oleh

PDIP Rekomendasikan 15 Poin Pembangunan Subang

SUBANG-Hasil Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ke-2 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, Sabtu (29/5) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang merumuskan 15 poin rekomendasi. Namun ada sejumlah hal yang disoroti dan saran serta rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Subang.

Ketua DPC PDIP Subang Maman Yudia mengatakan, Rakercab II DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang 2021 merekomendasikan kepada DPP PDI Perjuangan untuk mendorong Kementerian PUPR, segera melakukan normalisasi dan membangun ulang tanggul-tanggul di perairan Cipunagara.

“Banjir 2021 pada Februari lalu tentu menjadi catatan. Belasan kecamatan terdampak dan yang terparah ada di Pamanukan dan sekitarnya,” kata Maman.

Apalagi, lokasi tanggul Cipungara yang ada sudah sangat rentan jebol untuk menanggulangi Persoalaan Banjir musiman di Wilayah Subang Utara (Pamanukan) yang statusnya sebagai bencana Nasional.

“Jika banjir ini terus terjadi dan dibiarkan tanpa ada solusi, tentu berpotensi mengganggu perekonomian Nasional karena melumpuhkan lalu lintas di jalur Pantura. Seperti kemarin, 2-3 hari Pantura lumpuh total,” ucap Maman.

Sementara, Sekretaris DPC PDIP Niko Rinaldo melanjutkan, DPC PDIP mendukung sepenuhnya Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan Bupati Subang.

Sebab didalam terintegrasi upaya meningkatkan produktivitas pertanian guna menjaga kedaulatan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kabupaten Subang. “Namun masih banyaknya persoalan terkait pertanian, sehingga kami merekomendasikan kepada DPP DPI Perjuangan untuk mendorong Kementerian Pertanian untuk mensuport anggaran atau program pertanian ke Kabupaten Subang,” ungkap Niko.

Disisi lain, sebagai suara dari masyarakat bawah, merekomendasikan kepada DPP PDI Perjuangan untuk mendorong Kementerian Pertanian meninjau ulang kebijakan Program Kartu Tani, yang dalam tahapan implementasinya menimbulkan Persoalan baru.

Ia merinci persoalan yang muncul diantaranya terkait dengan pendataan yang tidak akurat, sehingga berdampak terhadap kelangkaan dan keterlambatan pendistribusiaan pupuk bersubsidi.

“Banyak petani yang mengeluhkan belum terdaftar, sehingga belum mendapatkan pupuk,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Subang H Ruhimat sebagai kader yang juga saat ini menjabat Bupati Subang, mengajak semua Kader di setiap tingkatan untuk mengawal dan mensukseskan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat dalam rangka mewujudkan Subang Jawara.

Salah satu contohnya adalah program ketahanan pangan yang terus gelorakan sebagaimana terinspirasi dari arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarno Putri, jangan ada sejengkal tanahpun yang tidak produktif.

“Semangat ibu ketua umum itu yang membuat saya terus bekerja keras mengoptimalkan setiap lahan-lahan yang bertahun tahun lamanya mangkrak, tidak terurus, agar sepenuhnya bisa daya-gunakan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Subang. Sebagai kader, saya ingin peluang ini bisa ditangkap oleh kader-kader PDI Perjuangan yang notabene adalah petani ataupun calon-calon petani atau petani pemula,” kata Ruhimat.

Bukan hanya soal ketahanan pangan, dibanyak kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat dirinya ingin kader-kader PDI Perjuangan lebih pro aktif dan mampu menangkap peluang di lingkungannya masing-masing. Hal itu bisa terwujud apabila komunikasi, koordinasi kepengurusan partai di setiap tingkatan terbangun baik dengan pemerintah disetiap tingkatan, baik pemerintahan kecamatan dan desa.

Pada kesempatan tersebut, H Ruhimat yang juga sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Cabang PDI Perjuangan Subang, mengajak semua kader untuk tetap menjaga soliditas, solidaritas dan satu komando dibawah pimpinan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Kang Maman Yudia.

“Saya yakin, dengan modal politik yang saat ini dimiliki PDI Perjuangan, tiga pilar partai yang kokoh; eksekutif, legislatif dan soliditas kader partai di semua tingkatan. Kita bisa memenangkan Pemilu di tahun 2024,” katanya.(ygi/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *