oleh

Tol Patimban Segera Dibangun, Berikut Jadwalnya

SUBANG-Guna mendukung konektivitas angkutan barang dan produksi ke Pelabuhan Patimban, keberadaan akses tol dari Tol Cipali menuju Patimban segera terlaksana.

“Kalau tol sudah masuk ke Studi Detail Engineering Design (DED), tahun ini lelangnya, kita targetkan mulai tahun 2022 sudah ada pekerjaan,” ucap Kepala KSOP Kelas II Patimban.

Ia juga menambahkan, untuk Akses tol dari target pembangunan mulai tahun 2022 oleh Kementerian PUPR,  diperkirakan memakan waktu selama 2 tahun.

“Pembangunan tol ini lebih awal untuk mendukung akses hasil produksi dari wilayah Purwakarta dan Karawang menuju ke Pelabuhan Patimban di Subang,” imbuhnya.

Menurut Heri, Tol Akses  menuju Pelabuhan Patimban dirancang sepanjang 37,05 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp4,32 triliun.

Sebagaimana ditulis di salah satu media online, Proyek jalan tol ini mengalami perubahan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dari unsolicited (pemrakarsa swasta) menjadi solicited (pemrakarsa Pemerintah).

Perubahan skema KPBU ini disebabkan kerja sama yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan loan (pinjaman).

Berubahnya skema ini dilakukan untuk percepatan pembangunan Tol Akses Pelabuhan Patimban karena bersinergi dengan Pelabuhan Patimban agar bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga, ada porsi yang dikerjakan oleh Pemerintah pada proyek jalan tol tersebut

Sedianya, target pelelangan jalan tol ini akan dilakukan Kuartal II tahun ini. Dengan demikian, pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban bisa dimulai Tahun 2022.

“Jalan tol ini dirancang untuk meningkatkan aktivitas ekspor yang bersumber dari kawasan industri di sekitar Cikarang-Cibitung-Karawang hingga Cikampek menuju Pelabuhan PatimbanSelain itu, jalan tol beserta dukungan jalan akses Pantura akan memangkas biaya logistik yang banyak berlokasi di Utara Jawa Barat,” ungkap Heri.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan industri di Indonesia dalam konteks regional dan internasional.

Sebelumnya, banyak produsen manufaktur/industri yang berlokasi di timur Jakarta mengeluhkan padatnya jalur logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.(ygi/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *