Dampak PPKM Darurat, Usaha Kuliner di Punclut Merosot 

Dampak PPKM Darurat, Usaha Kuliner di Punclut Merosot 
DOK PASUNDAN EKSPRES TERDAMPAK: Salah satu tempat usaha kuliner di Kawasan Punclut terkena dampak PPKM Darurat.
0 Komentar

LEMBANG-Sejak adanya pemberlakuan PPKM Darurat, deretan rumah makan di Punclut sebagai pusat kuliner di Lembang kini sepi pengunjung.

Atang Pedagang di Punclut mengatakan, sejumlah pedagang telah mengeluh karena pengunjungnya berkurang hingga 90 persen. Dan menurutnya, tidak sedikit rumah makan yang sudah tutup.

Atang mengakui, hampir 3 bulan terakhir usaha kulinernya kian merosot, di perparah lagi ada kebijakan tidak boleh makan ditempat selama PPKM Darurat.

Baca Juga:Mulai Menyasar Remaja, Targetkan 151.302 OrangStok Vaksin di Subang Kosong, Kadinkes: Kedatangan Belum Pasti

Padahal menurutnya, orang yang datang ke Punclut bukan sekedar makan, namun dapat menikmati suasana alam sambil santap makan. Ditambah, adanya penyekatan di batas kota, itu membuat para pedagang semakin terpuruk. “Biasanya se sepi sepinya dapat 1-1,5 juta, tapi sekarang paling tinggi 400 ribu,” katanya, Rabu (21/7).

Atang mengungkapkan, dirinya jika belanja sekitar 1 juta tapi pendapatananya hanya 30-40 persen dari belanja. “Jangankan untung untuk belanja lagi kurang, akhirnya nobok terus,” ungkapnya.

Meski begitu, para pedagang tetap optimis dengan berbagai upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi dan mengusir virus semakin gencar. “Kami masih optimis, tapi semoga keadaan kembali normal,” pungkasnya.(eko/sep/vry)

0 Komentar