oleh

Stok Vaksin di Subang Kosong, Kadinkes: Kedatangan Belum Pasti

SUBANG-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi menegaskan, meskipun stok vaksin kosong, vaksinasi masih berlangsung dengan menggunakan vaksin jatah TNI dan Polri. Hal itu disampaikan Kadinkes saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/7).

Menurutnya, hingga hari ini belum bisa dipastikan jadwal kedatangan stok vaksin kapan lagi. Hal tersebut cukup menganggu keberlangsungan kelancaran vaksinasi di Subang.

“Kemarin kita di posisi lima loh untuk vaksinasi se-Jawa Barat. Itu prestasi yang baik, sekarang merosot lagi ke posisi enam, karena vaksinnya juga kosong,” ungkapnya.

Soal total masyarakat yang sudah divaksin di Kabupaten Subang, ada 158.057 orang, baru 12,93 persen dari total sasaran vaksin 1,3 juta orang, dan dianggap lambat, dr Maxi juga membantahnya. Menurutnya, justru sebaliknya, vaksinasi di Jawa Barat termasuk Subang sudah cukup masif.

“Jangan lihat dari presentasenya, lihat dari kuantitasnya. Daerah lain sudah 50 persen, karena jumlah penduduknya juga sedikit,” tambahnya.

Dokter Maxi memaparkan, sasaran vaksinasi yang sudah terdistribusikan, diantaranya pada tenaga kesehatan  melampaui target, yakni 5.823 Nakes, atau 135 persen, dari target 4.221 Nakes.

Kemudian Lansia, yang menurutnya cukup alot, dari target 140.000 Lansia yang baru divaksin 12.347 atau 8,8 persen. Hal tersebut disebabkan dua faktor. Pertama kesadaran dari para lansia itu sendiri, kedua faktor kesehatan dari lansia itu sendiri.

“Ada beragam alasan, misal sudah tua ngapain divaksin, tidak ada yang nganter dan sebagainya. Padahal, kami sudah jemput bola. Kedua, setelah datang diskrining ternyata tekanan darahnya tinggi, jadi cukup alot dan kedodoran untuk Lansia ini,” papar maxi lagi.

Sasaran berikutnya, pelayan publik. Dari sasaran 60.000, yang sudah divaksin sekitar 91.618, artinya sudah lebih target sekitar 151,04 persen.

Kemudian sasaran berikutnya, masyarakat umum. Dari sasaran 928.000 yang sudah divaksin adalah 51.000, atau baru 5,5 persen. Sasaran terakhir adalah remaja, usia 12 sampai 17 tahun. Targetnya 151.000, baru divaksin 144 orang.

Sedangkan untuk perusahaan, kata dr Maxi saat ini masih mengikuti atau berkoordinasi dengan Puskesmas di lingkungan perusahaan itu sendiri. Menurutnya yang baru melaksanakan vaksinasi mandiri di Subang, hanya PT Tirta Investama Aqua. Sisanya masih dari pemerintah daerah. Adapun perusahaan yang menjadi sasaran terbesar vaksin pemerintah Kabupaten Subang saat ini baru dua, yakni Pelabuhan Patimban dan PT Teakwang.

“Vaksin perusahaan itu ada dua skema, pertama vaksin reguler oleh kementrian kesehatan, yang ke dua vaksin khusus yang jalurnya kementrian BUMN. Selama ini selain PT Tirta Investama Aqua, sisanya dari kita, karena meskipun perusahaan mampu, vaksin itu sulit dibeli,” tukasnya.(idr/vry)

Pengiriman Vaksin

1. Selasa, 26 Januari 2021
7.800 vial vaksin dari Provinsi Jawa Barat

2. Kamis, 25 Februari 2021
Sebanyak 2.280 vial

Sisanya Didistribusikan kepada :
TNI
Polri
Kementrian BUMN
Partai Politik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *