oleh

Bacaan Doa Minta Jodoh dengan Menyebut Nama

Setiap manusia yang sudah berumur, dan belum mempunyai pendamping hidup, tentu saja menginginkan jodoh yang sesuai kriteria agar bisa menikah dengan orang yang diinginkan

Akan tetapi, keinginan tersebut harusnya dibarengi dengan ikhtiar, usaha serta do’a untuk mencapainya, meski setelah berusaha, terkadang mendapatkan sesuatu yang sesuai atau pun tidak, itu adalah soal hasil yang jadi hak Allah dalam memberikannya, tentu saja Allah memberikan untuk kemaslahatan kita,

Allah Maha Mengetahui, sedangkan Manusia tidak

Untuk itu, selain ikhtiar mencari jodoh dengan misalnya taaruf dan semacamnya yang diperbolehkan, harusnya dibarengi dengan do’a

Seperti dilansir dari Nu Online, yang ingin mencari jodoh untuk menikah, sebaiknya membaca do’a di bawah ini sebanyak-banyaknya.

Do’a / Amalan tersebut oleh Penulis didapatkan dari Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdhar, Tarim, Hadramaut, Yaman, yang mengambil do’a sebagaimana yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS.

Bacaan Doa Minta Jodoh dengan Menyebut Nama

Bahwa Singkat cerita, Nabi Musa, usai menolong kedua putri Nabi Syuaib AS, kemudian berteduh dan berdo’a kepada Allah:

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ  (القصص/2

Rabbbi, innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr

Artinya, “Ya Tuhanku, sungguh aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku,” (Al-Qur’an, Surat Al-Qashas ayat 24).

Kemudian, usai Nabi Musa membaca do’a tersebut , tak beberapa lama, ia didatangi kedua putri Nabi Syuaib AS yang tadinya ditolong tersebut.

Lalu, Ia diundang agar datang ke rumah Nabi Syuaib.

Setelah melalui proses yang panjang, Nabi Syuaib meminta Nabi Musa memilih di antara kedua anak gadisnya yang kecil atau yang besar. Nabi Musa kemudian memilih yang kecil dari antara gadis kakak beradik itu.

Dalam ijazahnya tersebut di atas, Syaikh Muhdhar menganjurkan ayat tersebut agar dibaca sebanyak-banyaknya. Wallahu a’lam

Do’a Pasti Allah Kabulkan, Dengan 3 Cara 

Allah berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Rab kalian berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku ijabahi doa kalian.” (QS. Ghafir: 60).

Dalam al-Mudawanah juga diterangkan,

قال وأخبرني مالك عن عروة بن الزبير قال: بلغني عنه أنه قال: إني لأدعو الله في حوائجي كلها في الصلاة حتى في الملح

Ibnul Qosim mengatakan, Imam Malik pernah menyampaikan kepadaku, dari Urwah bin Zubair

Telah sampai kepadaku berita dari Urwah, bahwa beliau mengatakan,

“Saya berdoa kepada Allah untuk semua kebutuhanku dalam shalat, sampai saya meminta garam.” (al-Mudawwanah, 1/192).

Perlu difahami, bahwa do’a kita pasti diijabah, kita hanya wajib berbaik sangka kepada Allah, sebab bisa jadi sesuai yang kita ingin atau dengan wujud yang lainnya atau juga di simpan untuk pahala di hari kiamat

Kemudian, bisa juga dengan Kuasa-Nya Allah wujudkan dalam bentuk diselamatkan dari musibah, yang senilai dengan doa yang diucapkan

Dari Abu Said al-khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا

Setiap muslim yang berdoa kepada Allah – selama bukan doa yang mengandung dosa atau memutus silaturahmi – pasti akan Allah ijabahi permohonannya dengan salah satu dari 3 bentuk:

  1. Allah segerakan doanya, atau
  2. Allah simpan doanya untuk diberikan ketika di akhirat, atau
  3. Allah selamatkan darinya musibah yang semisal dengan apa yang dia minta.

(HR. Ahmad 11133 dan dihasankan oleh Syuaib al-Arnauth).

Allah befirman,

وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 216).

Untuk itu, kita sebagai manusia hanya wajib berusaha, ikhtiar, tawakkal, berdo’a dan sabar serta syukur dalam menerima ketetapan-Nya.

Berdo’a itu jangan memaksa, tidak tergesa-gesa, tetapi juga jangan setengah – setengah, misalnya ” Ya Allah berikanlah jodoh yang baik untukku” , maka sebaiknya adalah tidak setengah-setengah

“Ya Allah, saya memohon agar bisa menikahi fulanah binti fulan dan menjadi suami yang baik untuknya”

Mengapa jangan setengah – setengah dalam berdo’a? sebab yang penulis ketahui dalam sebuah riwayat, yang intinya: ketika kita berdo’a meminta kepada Allah, maka minta secara detail, sebab Allah Tidak dalam tekanan. Wallahu a’lam

Selain itu, kita juga perlu shalat Istikharah untuk memilih sesuatu yang sulit. Allah pasti Mengetahui apa yang terbaik untuk manusia. wallahu a’lam

(/Juni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *