oleh

Ada Wanita Berhijab, Ini Ciri-ciri Terduga Pelaku Pembunuhan di Jalancagak dari Rekaman CCTV

SUBANG-Hingga kini polisi masih melakukan berbagai cara untuk mengungkap kasus pembunuhan di Jalancagak. Berasarkan rekaman CCTV Kota Bandung yang digandeng Mabes Polri, pelaku diduga menggunakan Avanza warna putih dan motor NMax warna biru.

Berdasarkan rekaman, terdapat beberapa orang di dalam mobil Avanza putih yang meluncur dari arah Bandung menuju Subang di malam 18 Agustus lalu. Waktu terjadinya peristiwa pembunuhan Amel dan Tuti di Jalancagak.

Diduga pelaku pembunuhan itu terdiri dari dua sampai tiga orang, bahkan lebih. Pada saat mobil Avanza terparkir, ada seorang wanita yang turun dari mobil tersebut.

Ciri-cirinya menggunakan hijab dan membawa bungkusan hitam misterius yang kemudian ia buang ke tempat sampah dekat pencucian mobil.

Mobil Avanza warna putih yang dicurigai pelaku pembunuhan dari Kota Bandung menuju Subang. Di malam pembunuhan Amel dan Tuti.

Ciri-ciri fisik wanita tersebut, yaitu memakai jilbab, berbadan kurus, berat badannya sekitar 45-55 kg, dan tingginya sekitar 150 cm.

Adapun terduga pelaku lainnya juga sempat terekam CCTV, dengan ciri fisik pria yang dengan Nmax menggunakan kaos putih, memakai topi, memakan jeans, tinggi sekitar 170 cm dengan berat 60 kg, dan diduga memiliki kulit berwarna sawo matang.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan bahwa TKP pembunuhan tersebut sangat minim penerangan.
Menurut dia, Dishub diharapkan memiliki rekaman CCTV dengan resolusi yang lebih bagus untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis yang mayatnya diletakkan di bagasi mobil tersebut.

“Kita butuh kehati-hatian, kita juga butuh menggandeng pihak lain seperti Dishub yang punya CCTV dengan resolusi yang lebih bagus,” kata Erdi, Jumat (3/9) lalu.

Dia menjelaskan, penyidik juga menganalisa aktivitas gadget yang saat itu berada di sekitar lokasi dengan proses digitalisasi.

Sedangkan menurut ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, diprediksi pelaku pembunuhan bukanlah seorang perempuan, karena itu dianggap sangat mustahil.

Menurut pengamatannya, ciri-ciri pelaku adalah laki-laki, bukan perempuan. “Saya tak berpikir seorang perempuan memiliki cukup tenaga untuk mengangkat tubuh korban dalam situasi sedemikian rupa di bagasi kendaraan tanpa busana,” ucapnya seperti dilansir Poskota.

“Kemudian membuat TKP seakan-akan rusak, berantakan, kemudian korban dihabisi dengan cara dipukul kepalanya. Sekali lagi saya tak bisa membayangkan bahwa ada perempuan yang punya kendali diri sedemikian hebat, mengangkut korban artinya punya fisik di atas rata-rata,” tutur Reza.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *