oleh

Data Klaim BPJS untuk Covid 2021 Ternyata Capai 64,1 Triliun Rupiah

Data Klaim BPJS untuk Covid 2021 Ternyata Capai 64,1 Triliun Rupiah. Data dari BPJS Kesehatan menghimpun, sejak Januari 2021 sampai Oktober 2021, terdapat pengajuan klaim Covid-19 oleh rumah sakit sejumlah 1.345.970 kasus dengan total biaya 72,3 triliun rupiah.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, bahwa usai dilaksanakan kroscek oleh BPJS Kesehatan, hasilnya cuma 1.180.858 klaim Covid-19 dengan total biaya Rp64,1 triliun yang lolos verifikasi.

Dihimpun dari Fin, Dirut BPJS Kesehatan menyampaikan:

“Sedangkan sampai 11 Oktober 2021, kami sudah memverifikasi sekitar 87,7 persen klaim Covid-19,” terang Ali dalam webinar yang digelar PERSI Jawa Timur, ditulis Rabu, (13/10).

“Untuk klaim Covid-19 tahun 2020 BPJS Kesehatan telah menerima pengajuan klaim sebanyak 686.129 kasus dengan biaya sebesar 40,7 triliun rupiah. Hampir seluruhnya telah selesai diverifikasi,” tuturnya lagi.

Lebih lanjut lagi, berdasar dari jumlah data BPJS Kesehatan, dari hasil verifikasi klaim Covid-19 pada 2021, ada 79.07 persen klaim yang sudah sesuai dan sebanyak 933.708 kasus dengan biaya 50.5 triliun rupiah, 14,42 persen klaim dispute sebanyak 170.335 kasus dengan biaya 9,9 triliun rupiah.

Di samping itu, 6,12 persen klaim pending sebanyak 72.248 kasus dengan biaya 3.4 triliun rupiah, dan 0,39 persen adalah klaim-klaim yang telah kedaluarsa atau yang tak sesuai dengan ketentuan, yaitu sebanyak 4.567 kasus dengan biaya 193 milyar rupiah

“Proses yang dilakukan BPJS Kesehatan, mulai dari dokumen diterima sampai hasil verifikasi didapatkan, harus selesai dilakukan dalam 14 hari kerja sejak berkas klaim diterima oleh BPJS Kesehatan. Jika klaim sudah sesuai, maka klaim akan dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Data Klaim BPJS untuk Covid 2021 Ternyata Capai 64,1 Triliun Rupiah

Sedangkan klaim pending terjadi apabila berkas klaim yang diajukan oleh rumah sakit belum lengkap. Sedangkan klaim dispute terjadi jika dari hasil verifikasi klaim yang diajukan oleh rumah sakit terdapat ketidaksesuaian atau ketidaksepakatan yang menyangkut pelayanan atau tindakan klinis sehingga harus diselesaikan oleh Kemenkes RI melalui Tim Penyelesaian Klaim Dispute di daerah,” jelasnya lagi.

Kemudian, Ali Ghufron kembali mengingatkan, bahwa klaim bulan Januari hingga Oktober 2021 bisa diajukan oleh rumah sakit mulai 1 Juni 2021 dengan batas akhir 31 Desember 2021.

“Adapun klaim bulan November 2021 dan seterusnya, paling lambat diajukan dua bulan sejak pelayanan kesehatan selesai diberikan rumah sakit kepada pasien Covid-19,” paparnya.

“Jika klaim diajukan melewati batas waktu sebagaimana ketentuan tersebut, maka akan menjadi klaim kedaluarsa. BPJS Kesehatan sendiri telah menyediakan dashboard pemantauan klaim Covid-19 yang dapat diakses oleh pihak rumah sakit,” terangnya.

Oleh sebab itu, Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron turut mendorong pihak rumah sakit agar secepatnya melengkapi pemberkasan klaim Covid-19 dengan tenggat waktu yang telah diberikan sebelum masa waktu pemberkasan habis

“Kami berharap rumah sakit dapat menyiapkan waktu khusus untuk melakukan pemberkasan klaim Covid-19 dan secara rutin memantau pengajuan klaim agar terhindar dari klaim dispute/pending dan/atau klaim yang tidak sesuai,” imbuhya.

Lebih lanjut lagi, Ali Ghufron juga menambahkan, bahwa pihaknya juga secara khusus mengalokasikan petugas verifikator guna melakukan verifikasi klaim Covid-19 serta mempersiapkan sistem untuk pengelolaan klaim Covid-19.

“Langkah tersebut sebagai wujud transparansi dan profesionalisme BPJS Kesehatan dalam menjalankan tugas khusus yang diamanahkan pemerintah,” tutupnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *