oleh

Mahfud MD: Tidak Ada Kaitan MUI dengan Terduga Teroris Bekasi

SUBANG – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mempunyai hubungan dengan terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Polri di Bekasi, Jawa Barat.

“Penangkapan ketiga terduga teroris tersebut tidak dilakukan di Kantor MUI, sehingga jangan berpikir kalau itu penggerebekan di Kantor MUI, dan (penangkapan) tidak terkait urusan MUI, karena memang tidak ada hubungan antara (terduga) teroris itu dengan MUI,” jelas Mahfud sewaktu jumpa pers usai bertemu dengan Ketua MUI Prof KH Miftachul Akhyar, di Jakarta, Senin (22/11).

Pada kesempatan itu, Mahfud MD turut mengklarifikasi pemerintah serta aparat penegak hukum tidak pernah mengaitkan terduga teroris dengan MUI.

“Penegak hukum dalam hal ini Densus juga tidak pernah mengumumkan dan mengatakan bahwa yang bersangkutan adalah Pengurus MUI. Tidak pernah, polisi maupun Densus,” imbuh Mahfud.

Menurutnya, identitas terduga teroris yang pernah menjabat sebagai anggota Komisi Fatwa MUI adalah informasi dari masyarakat dan pengembangan media.

Tidak berselang lama, MUI juga menonaktifkan keanggotaan salah satu anggota Komisi Fatwanya yang sekarang ini menjalani proses hukum sebagai terduga teroris tersebut.

Lebih lanjut lagi, pada kesempatan yang sama, Mahfud MD juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak pernah melarang warganya menyampaikan pendapat terkait penangkapan terduga teroris dan MUI.

Namun, ia mengingatkan aparat penegak hukum akan menindak mereka yang menggunakan kekerasan.

“Pemerintah tidak melarang siapa pun menilai, mengkritik, serta mengekspresikan pendapat dan aspirasinya terkait kasus ini, baik pro maupun kontra. Hal itu bisa dilakukan tiap warga negara sepanjang tidak dilakukan dengan tindakan kekerasan dan cara-cara melawan hukum,” terang Menko Polhukam.

Ketua MUI Miftachul Akhyar menyampaikan kerja sama antara pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia masih terpelihara dengan baik.

“Kerja sama MUI dan pemerintah berjalan sangat baik dan terus selalu terpelihara. Kerja sama ini sampai sekarang bukti kami hadir di sini, walaupun sama-sama mendadak. Ini bentuk kerja sama yang terpelihara dan baik,” pungkas Miftachul pada jumpa pers yang sama.

Menko Polhukam bertemu dengan Ketua MUI, Bendahara Umum MUI Misbahul Ulum, dan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Fahrur Rozi, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (22/11).

Kedua belah pihak membahas sejumlah isu, salah satunya perihal penangkapan tiga terduga teroris di Bekasi yang salah satunya merupakan Pengurus MUI yang saat ini nonaktif.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri pada 16 November 202 menangkap tiga terduga teroris berinisial AZA, FAO, dan AA, di Bekasi, Jawa Barat.

AZA, FAO, dan AA masih diperiksa oleh Tim Densus 88 Polri di Mabes Polri, Jakarta. (Fin/Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *