oleh

Refleksi Tiga Tahun Perjalanan Pemkab Subang, Jimat-Akur Siapkan Masa Depan Subang

SUBANG-Pemerintah Kabupaten Subang menggelar refleksi pembangunan Tiga tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Subang masa bhakti 2018-202Tiga, di Halaman Rumah Dinas Bupati Subang, Rabu (29/12). Bupati H. Ruhimat dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi yang akrab disapa Kang Jimat-Akur, disambut dengan tarian Rampak Gendang dan pertunjukan musik tradisional dari Tresnawangi Foundation.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si. sebagai ketua pelaksana dalam laporannya menyampaikan, refleksi pemerintahan sebagai bukti pertanggungjawaban kepada rakyat, mengenai pencapaian serta penanganan permasalahan yang terjadi oleh Pemkab Subang.

Kang Asep mengungkapkan, dari awal kepemipinan Jimat-Akur sampai di tahun ke Tiga telah berfokus menancapkan tiang-tiang kokoh, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat Subang. Kegiatan refleksi dilaksanakan secara hybrid dan virtual demi mendukung pencegahan penularan Covid-19. “Saya tegaskan kegiatan ini tidak mengganggu APBD, serta mendapat dukungan dari bank bjb,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan penayangan video refleksi Jimat-Akur, yang disaksikan oleh para hadirin. Tayangan tersebut memuat rangkuman perjalanan kepemimpinan Jimat-Akur, yang sejak awal mengalami tantangan pandemi Covid-19. Namun Jimat-Akur harus berjuang mencari jalan terbaik dalam menangani Covid dan tetap menjalankan pembangunan daerah.

Pada kegiatan tersebut, diserahkan 5 unit dump truck dan 1 wheel loader sebagai program CSR dari Bank bjb, untuk mendukung Pemkab Subang dalam penanganan permasalahan sampah, serta penyerahan SK Pensiun dan cinderamata kepada Kepala Dinas PUPR H. Syawal dan Asisten Administrasi Umum Dr. Ir. Besta Besuki Kertawibawa M.PPM, yang telah memasuki masa purna bakti.

Pemkab Subang Raih WTP

Pada kegiatan tersebut, diserahkan pula penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh perwakilan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Purwakarta kepada Kang Jimat-Akur. Penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya didapatkan oleh Pemkab Subang secara berturut-turut.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah penghargaan tertinggi untuk kementerian, lembaga negara dan pemerintah daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Perwakilan KPPN Purwakarta, Urip Burhan menyampaikan selamat kepada Pemkab Subang, yang mendapatkan Opini WTP yang ketiga kalinya secara berturut-turut dari tahun 2019.

Urip menjelaskan, Opini WTP dapat diraih karena pengelolaan keuangan daerah Pemkab Subang yang sudah sesuai dan telah memenuhi beberapa indicator. “Antara lain, pengelolaan keuangan sesuai standar akuntansi, pelaporan sudah memadai, pengelolaan yang sesuai dengan aturan berlaku di pemerintahan dan sudah lolos pemeriksaan oleh Inspektorat Daerah,” katanya.

Urip menyampaikan harapannya agar Pemkab Subang dapat meraih WTP lagi di tahun-tahun selanjutnya, tanpa terputus. “Semoga dapat meraih Opini WTP berturut-turut seperti Pemprov Jawa Barat yang sudah 10 kali meraih Opini WTP,” tutupnya.

Diserahkan pula pemberian santunan untuk perwakilan anak yatim piatu Yayasan An Nahla Ciasem.

Jimat-Akur Siapkan Masa Depan Subang

Rangkaian acara ditutup sambutan Kang Jimat-Akur mengenai perjalanan, serta visi Pemkab Subang di masa depan. Kang Jimat menyampaikan dirinya dan Kang Akur fokus pada misi untuk meperbaiki Subang sejak awal masa kepemimpinannya.

“Saya dan Kang Akur sudah punya plan A, B, C setiap tahunnya untuk Subang, tapi Tuhan berkehendak lain. Kita harus menghadapi Covid dan memprioritaskan pada menyelamatkan nyawa manusia,” ujar Kang Jimat.

Kang Jimat mengungkapkan, sejak tahun pertama sampai saat ini, dirinya dan Kang Akur memulai dan menerapkan penguatan ASN yaitu dengam program Zero Rupiah. Atau menerapkan mutasi rotasi jabatan bagi ASN di lingkungan Pemkab Subang tanpa dipungut biaya atau uang apapun.

Kang Jimat mengakui dalam kepemimpinannya masih banyak hal yang harus dirinya dan Kang Akur selesaikan. Dirinya meminta maaf atas banyaknya PR pembangunan yang tertunda karena anggaran difokuskan untuk penanganan Covid-19 yang menyangkut penyelamatan nyawa manusia. “Mohon maaf atas terganggunya rencana pembangunan yang telah disusun,” Ungkap Kang Jimat.

Kang Jimat pun mengungkapkan dirinya dan Kang Akur mempersiapkan masa depan Subang yang lebih baik. Terlebih kehadiran Pelabuhan Patimban akan memberi efek domino bagi pembangunan dan perekonomian Subang. Persiapan infrastruktur Subang di antaranya, Jalan lingkar Kota Subang, jalan Cipeundeuy – Serangpanjang, Jalan Patimban- Cilamaya, dan Lingkar Jalancagak. Misinya agar generasi yang akan datang dapat menikmati infrastruktur yang telah disiapkan dari saat ini.

Perjuangan Jimat-Akur terkait rencana pembangunan Subang tidak sia-sia. Pemerintah Pusat mengeluarkan Perpres No. 87 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan.

“Dengan Perpres tersebut maka Kawasan Rebana yang berada di tujuh kabupaten/kota yakni Subang, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Cirebon dan Kuningan dan enam daerah di Selatan Jabar. Antara lain, Sukabumi, Cianjur, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, dan Pangandaran akan mendapatkan intervensi pendanaan dari APBN dan sumber pendanaan lain,” katanya.

Kang Jimat mengungkapkan, masih ada 8 persen rakyat miskin yang belum memiliki rumah. Maka dari itu dirinya ingin memanfaatkan Lahan BUMN yang begitu luas dan sudah habis masa gunanya. “Saya telah menemui Kepala Staff Presiden, Menteri dan para petinggi negara terkait agar dapat mewujudkan lahan bagi rakyat miskin di Subang,” ungkap Kang Jimat.

Kang Jimat juga menyampaikan apresiasinya untuk Baznas Subang yang telah membantu membangun rumah untuk rakyat miskin di Subang.

Senada dengan Kang Jimat, Kang Akur pun menegaskan, apa yang disampaikan pada Refleksi Jimat-Akur, bukan untuk pembelaan diri. Tapi apa yang dilakukan Kang Jimat out of the box dengan mempersiapkan infrastruktur Subang untuk mengurai kemacetan dan menghadapi industrialisasi di Subang.

Kegiatan ditutup dengan virtual Ground Breaking pembangunan Rumah Dinas Bupati di Pantura oleh Kang Jimat dan Kang Akur. Pembangunan rumah dinas ini, bertujuan agar Kang Jimat dan Kang Akur dapat lebih dekat dengan masyarakat Pantura demi mendengar inspirasi dan aspirasi.(rls/vry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *