oleh

Dokter Dermawan Itu Telah Berpulang Setelah Pembangunan Selesai

Megahnya Masjid Jami Al-Jihad di Jl. Jend. Ahmad Yani No 108 Pasirkareumbi setelah direnovasi, tidak terlepas dari kontribusi dr Iwan. Allah SWT telah memanggil dokter dermawan itu tak lama setelah masjid itu diresmikan pada 12 Desember 2021.

YUSUP SUPARMAN, Subang

Almarhum dr Iwan pemilik klinik Annaml Medika merupakan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Jami Al-Jihad. Saat peresmian masjid 12 Desember 2021 lalu, dia menyampaikan laporan berkaitan dengan proses pembangunan masjid tersebut.

Di akhir saat menyampaikan laporannya, almarhum dr Iwan yang dikenal baik oleh warga Pasirkareumbi itu, tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri. Hadirin nampak histeris. Semua sigap membawanya ke Klinik Annaml yang tidak jauh dari masjid. Kemudian dokter Iwan dibawa menggunakan ambulan ke RS PTPN untuk mendapat perawatan.

Lalu, almarhum dr Iwan dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung. Lalu, dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Pada 07 Januari 2022, tepatnya pukul 21.12, dokter Iwan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto. Almarhum dr Iwan dimakamkan di Pemakaman Wesel, Kelurahan Karanganyar Subang.

Kabar meninggalnya dokter Iwan mengejutkan masyarakat Pasirkareumbi dan pengurus Masjid Jami Al-Jihad. Mereka merasa kehilangan sosok dokter yang dinilai dermawan itu.

Salah satu kontribusi terbesarnya untuk lingkungan Pasirkareumbi yakni mengenai pembangunan masjid Jami Al-Jihad. Hal itu diakui oleh Yaya Sudarya, salah seorang pengurus Masjid Jami Al-Jihad.

“Kontribusi beliau untuk pembangunan Masjid Jami Al-Jihad sangat luar biasa perannya,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, Minggu (9/1).

Yaya mengatakan, almarhum dokter Iwan memberikan sumbangan dana hampir 40 persen untuk pembangunan masjid Jami Al-Jihad. Pembangunan masjid tersebut mencapai Rp1,6 miliar.

Selain memberikan sumbangan dana, dokter Iwan juga aktif mencari donatur dari berbagai kalangan. Sehingga masjid Jami Al-Jihad selesai dibangun dalam waktu satu tahun.

Almarhum dokter Iwan saat menyampaikan laporannya menyebutkan, mengenai penggalangan dana tidak dilakukan dengan meminta sumbangan di pinggir jalan.

Sebagai warga Pasirkareumbi, Yaya mengaku kehilangan sosok almarhum dr Iwan. Menurutnya, dokter Iwan begitu perhatian kepada warga.

“Beliau selalu memberikan santunan kepada anak-anak yang kurang mampu di sini,” ujarnya.

Warga lainnya, Jola Tubent mengakui almarhum dokter Iwan merupakan orang baik yang peduli kepada masyarakat.

Di mata karyawannya, almarhum dokter Iwan dikenal baik. “Pokoknya beliau orang yang sangat baik,” ungkap Gina karyawan Klinik Annaml.

Pun, dokter Umair mengakui kebaikan dokter Iwan. “Sulit untuk dijelaskan kebaikan beliau. Sangat baik ke kami,” katanya.(ysp/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *