oleh

Heboh Pria Tendang Sesajen Semeru, Jubir Partai Ummat: Nabi Ibrahim Dulu Memenggal Patung

VIRAL – Pemerhati media sosial yang juga juru bicara partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya turut memberi komentar perihal viralnya video pria bergamis yang membuang sesajen di lokasi erupsi Semeru belum lama ini.

Ia berpendapat, dalam Islam memang tidak diajarkan memberikan sesajen. Ia jugamengajak untuk menjauhi sesajen.

Mustofa Nahrawardaya mencontohkan tindakan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim yang pernah memenggal patung oleh sebab umatnya kala itu menyembah patung-patung.

“Nabi Ibrahim, dulu memenggal patung, dan menghancurkannya karena patung itu disembah orang pada masa itu. Ibrahim adalah Bapak para Nabi,” tulis Mustofa di akun twitter miliknya, Senin (10/1/2022)

“Nabi Ibrahim melakukan, karena masyarakat saat itu menyembah patung. Kalau enggak disembah, No Problem,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, dalam video yang diunggah akun Instagram @terangmedia, terlihat seorang pria marah ketika melihat sejumlah sesajen yang tersimpan di tengah hamparan bekas erupsi tersebut.

Kemudian, pria tersebut mendekati sesajen di depannya. Ia menyampaikan sebuah kalimat, yang menganggap sesajen itu merupakan hal yang membuat Yang Maha Kuasa jadi murka, sampai menurunkan bencana di daerah itu.

“Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari. Bahwa ini yg mengundang murka Allah dan turunkan azabnya,” kata pria dalam video tersebut

Dalam video itu, pria tersebut menendang sesajen ke bawah aliran sungai yang terlihat mengering. Pria itu menendang dan melempar sesajen beserta wadahnya.

Akibat dari tindakannya itu, bukannya mendapat pujian, justru pria itu menjadi cibiran sejumlah netizen di kolom komentar unggahan tersebut. Netizen berpendapat bahwa pria itu tidak menghargai kebudayaan setempat. Demikian dilansir dari Fajar.co.id

Heboh Pria Tendang Sesajen Semeru, Jubir Partai Ummat: Nabi Ibrahim Dulu Memenggal Patung

Menurut admin, boleh atau tidaknya sesajen, akan lebih bijak dan sopan menegur atau menasehati dengan cara yang sopan juga, bukan dengan menendang dan menyebarluaskan video tersebut. Sebab ada Diwan Imam Syafi’ie yang menegaskan bahwa:

“Barangsiapa menasehati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi, berarti ia telah menasehati dan mengindahkannya. Barangsiapa menasehati dengan terang-terangan, berarti ia telah mempermalukan dan memburukkannya. (Shahih Muslim Bisyar An-Nawawi (2/24)). Wallahu a’lam. (Jni)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *