Planet Terunik! Berbentuk Lonjong, Apakah Ada Planet ‘Neraka’?

Editor: Reporter: JUNI

RAGAM – Planet berbentuk lonjong berhasil dideteksi oleh teleskop luar angkasa milik ESA, CHEOPS. Seperti dirangkum TechRadar (12/1) via Fin, planet yang berbentuk lonjong ini mempunyai bentuk tidak seperti planet yang lainnya.

Planet terunik berbentuk lonjong ini diberi nama WASP-103b, bentuk planet yang lonjong ini hampir sama seperti bola rugby.

Berdasar penuturan para ahli, bentuk dari WASP-103b sendiri, disebabkan oleh daya tarik gravitasi matahari, yang dikelilingi planet tersebut. Hal itu mengakibatkan, planet tersebut mengalami perubahan bentuk, dari bundar ke arah lonjong.

Planet terunik berbentuk lonjong ini pertama kali ditemukan dengan bentuk seperti tersebut yang terdeteksi oleh satelit ESA yang tengah mengorbit di rasi bintang Hercules.

Menurut ESA, WASP-103b ini mempunyai ukuran dua kali lipat planet dari terbesar di tata surya kita, yaitu planet Jupiter.

Memutari matahari yang ukurannya dua kali lipat matahari kita, dengan kecepatan yang cukup tinggi, diperkirakan menjadi alasan deformasi planet tersebut.

Planet Terunik dan Apakah Ada Planet ‘Neraka’?

Berbeda dengan planet terunik yang lonjong tersebut di atas. Unutk selanjutnya, Para ahli menemukan satu planet baru. Dinamakan TOI-1431b, planet ini bukanlah seperti planet umumnya. 

Menurut pakar astrofisika, Brett Addison, suhu dari planet asing tersebut, setara dengan panasnya mesin roket. 

Tidak hanya seperti kobaran api yang dihasilkan roket, planet “neraka” tersebut, sebagaimana dilansir Cnet, mempunyai ukuran super masif. 

Apabila Jupiter merupakan planet terbesar yang ada pada sistem tata surya kita, maka planet TOI-1431b disebut mempunyai ukuran tiga kali lipat lebih besar dibanding itu. Alasan mengapa planet ‘neraka’ itu dirasakan begitu panasnya, ialah disebabkan letaknya yang terlalu dekat dengan matahari yang dimiliki tata suryanya.

Oleh sebab terlalu dekat, maka TOI-1431b hanya membutuhkan waktu dua setengah hari, untuk melakukan satu putaran (orbit) pada mataharinya.

Penemuan tersebut dikabarkan para ilmuwan dari University of Southern Queensland’s Centre for Astrophysics, yang berada di Toowoomba, Australia. (Jni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.