oleh

Pamanukan Jadi Pusat Perdagangan, Ekonomi dan Pertanian Pantura

SUBANG-Hari Ulang Tahun Pamanukan ke-112 berlangsung meriah. Perayaan HUT Pamanukan ini menjadi perayaan yang paling ramai usai Covid-19 mereda. Rangkaian HUT Pamanukan sudah digelar sejak Jumat dan puncaknya akan dilaksanakan pada Minggu (12/6).

Ketua OC HUT Pamanukan H. Sudihartono mengatakan, Pamanukan sudah jauh lebih dulu ada dibandingkan Kabupaten Subang. Menurut informasi, sejarah pada tahun 1910 telah ada Pemerintahan di Pamanukan. Termasuk ditandai dengan adanya perusahaan Pamanoekan n Tjiasem Land (P&T Land), sebuah perusahaan yang berdiri saat zaman pendudukan kolonial Belanda di Indonesia termasuk Pamanukan.

“Tentunya Pamanukan ini sudah banyak yang tahu dan dikenal. Apalagi sebelum ada tol Cipali itu, hilir mudik trans Jawa lewat Pantura dan Pamanukan itu dikenal,” jelas Sudi.

Saat ini, Pamanukan Kota Kecil dengan Sejuta Cerita terus tumbuh. Pamanukan kata Sudi, berkembang menjadi wilayah dengan pusat perdagangan, ekonomi, serta pertanian.

“Kita berharap tentu hal-hal baik untuk kemajuan Pamanukan di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Staf Ahli Bupati Subang Asep Setia Permana mengatakan, Pamanukan merupakan salah satu daerah yang cukup tua di Subang. Sebab, berdirinya Pamanukan lebih dulu dibandingkan Kabupaten Subang yang baru terbentuk pada 5 April 1948.

“Pamanukan terus berkembang sebagai daerah perekonomian dan pusat perdagangan. Masyarakatnya multikultural dan plural. Pamanukan juga daerah penyokong Subang sebagai lumbung padi nasional,” kata Asep.

Apalagi, kedepan Pamanukan juga akan terus berkembang dengan perkembangan Pelabuhan Patimban. Pamanukan akan menjadi daerah penyangga di Pantura.

“Kemajuan Pamanukan harus terus dijemput. Perkembangan yang ada saat ini, usia Pamanukan yang sudah menjadi 112,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu warga, Ardani berharap Pamanukan bisa terus maju dan berkembang, menjadi wilayah yang nyaman bagi penduduknya. Pamanukan juga diharapkan menjadi daerah di masa depan yang menjadikan masyarakat sejahtera.

“Mudah-mudahan, akan banyak perubahan di Pamanukan yang membawa kemajuan dan kesejahteraan,” tuturnya.

Peringatan HUT Pamanukan sendiri digelar sejak hari Jumat dengan agenda pengecatan dan mural di bawah flyover Pamanukan, serta pembagian nasi bungkus bersama Bupati Subang H Ruhimat.

Pada hari Sabtu, digelar sarasehan kebangsaan mengenai Tantangan dan Harapan Pamanukan yang menghadirkan Staf Ahli Menpora, Camat Pamanukan 2000-2006 Budi Setiadi serta Sekjen KIPP Kaka Suminta serta pada malam hari digelar Tasyakuran HUT Pamanukan di Masjid Al Mukhlisin.

Lalu pada Hari Minggu, digelar sepeda santai dan jalan santai serta seremonial perayaan HUT Pamanukan dan akan ditutup dengan pagelaran Wayang Golek Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya pada Minggu malam.

Acara ini juga turu dihadiri oleh Wakalpores Subang, Camat Pamanukan, Ketua SC H Hermansyah, segenap sponsor dan panitia.(adv/ygi/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.