Petani Milenial Tanam Ribuan Pohon Melon

Editor:

SUBANG – Memanfaatkan luas lahan 3000 meter persegi, Riki Nurhidayat petani milenial asal Sukamelang Subang tanam 2500 pohon melon. Biaya produksi mencapai Rp8000 per pohon, harga melon sebesar Rp15.000/kg.

Namun tak mudah hingga mencapai hasil panen yang maksimal, perlu tahapan metode penanaman yang baik dan benar.

“Ya jelas ada tahapannya, nggak sembarangan perlu kesabaran ulet dan kerja keras. Dengan teknik penanaman menggunakan mulsa,” kata Riki.

Sementara hasil produksi melon hingga panen mencapai 5 ton bahkan bisa lebih. Jika harga melon Rp15.000 dikali 5 ton bisa menghasilkan pendapatan Rp75. 000.000.

“Ini produksi minimal bisa lebih dari itu,” tambah Riki.

Sementara itu, tahapan dan fase penanaman yaitu fase persiapan lahan. Lahan untuk budidaya melon sebaiknya dibajak terlebih dahulu untuk menghaluskan bongkahan tanah.

Kemudian bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-50 cm, jarak antar bedengan 50-60 cm, dan memanjang se arah sinar matahari (timur-barat).

“Setelah itu berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang 3 kg/tan + TSP 150g/tan + NPK mutiara 150g/tan,” jelasnya.

Sementara itu. fase pembibitan dan penanaman perlu siapkan benih melon. Kemudian semai benih langsung di dalam seedling tray. Jika mengalami kesulitan tumbuh, dapat dilakukan perendaman benih sebelum semai selama 3-6 jam di air hangat.

“Bibit melon akan siap dipindah tanam sekitar umur 7-10 hari. Setelah bibit melon siap, tanamlah bibit melon sesuai jarak tanam yang telah dibuat. Sebelum tanam siramkan air terlebih dahulu di areal lubang tanam. Waktu penanaman idealnya sore sebelum matahari terbenam. Siram secara teratur agar melon dapat tumbuh dengan baik,” jelasnya.

Untuk fase perawatan, dengan pemasangan ajir gunakan potongan bambu yang kuat. 1-5 hari setelah tanam tancapkan dengan kokoh ke dalam tanam dengan jarak ±10 cm dari lubang tanam.

Penyiraman teratur sangat diperlukan 1-2 kali di musim kemarau. Jaga kelancaran drainase di musim hujan. Genangan air menyebabkan mudah masuknya penyakit jamur di daun.

Sementara pemupukan susulan, diperlukan setelah tanaman berumur 5 hari. Pemupukan dilakukan setiap minggu dengan pupuk NPK dan ditambah pupuk organik. Di tiga pemupukan terakhir aplikasikan pupuk tambahan seperti KNO3, MKP, KCL (10 g/tan)

Buah melon dipelihara di antara ruas 9-15. Tujuannya agar bentuk buah tidak gepeng dan tidak menyentuh tanah. Topang batang buah dengan ikatan tali.

“Gunakan simpul lilitan dan tali yang tebal agar batang buah tidak tercekik,” katanya.

Fase pengendalian hama dan penyakit, budidaya melon cukup rentan terhadap serangan hama penyakit. Hama di antaranya kutu daun, lalat buah, ulat daun, tungau, trip. Penyakit yang sering menyerang diantaranya Gemini Virus, busuk buah, jamur daun, dan busuk batang.

“Untuk menghindari serangan hama penyakit, lakukan rotasi tanaman, pemupukan berimbang, menjaga sanitasi, menjaga drainase dan pemilihan benih tanan virus seperti Gracia & Madesta,” jelasnya.

Sementara itu, bila hama penyakit menyerang dia menggunakan pestisida yang tepat. Mulai dari tepat sasaran, tepat mutu, tepat jenis pestisida, tepat waktu, tepat dosis atau konsentrasi, dan tepat cara penggunaan. Fase pemanenan, buah Melon siap dipanen setelah 70-75 hari setelah tanam.(dan/ysp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.