Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Panyawungan Kabupaten Bandung Rusak Berat

Editor:

KABUPATEN BANDUNG-Cukup lama rusak berat, kondisi Jalan Panyawungan di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung belum juga diperbaiki.

Kondisi Jalan Panyawungan yang rusak berat itu posisinya berada di pinggir sebelah kiri Jalan Bandung-Garut, tepatnya di belokan menuju arah Kantor Polsek Cileunyi.

Mirisnya, selain akses tersebut menuju Kantor Polsek Cileunyi dan beberapa pabrik besar, Jalan Panyawungan yang kondisinya rusak parah itu tepat berdekatan dengan jalan antar daerah yang tergolong megah, yakni Tol Cisumdawu.

Tak hanya itu, diketahui Jalan Panyawungan yang kondisinya rusak itu juga menghubungkan akses menuju Kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Kementerian PUPR. Melalui informasi yang berhasil dihimpun, Jalan Panyawungan yang kondisinya rusak parah itu statusnya milik Jalan Kabupaten Bandung.

Dalam pantauan di lokasi, pada 13 Juli 2022 terlihat, kerusakan Jalan Panyawungan semakin memprihatinkan. Lubang di tengah jalan kian melebar serta dalam, cukup menampung air setiap hujan mengguyur.

Setiap pengendara melintasi area Jalan Panyawungan yang rusak parah itu, baik kendaraan roda maupun empat terpantau sangat berhati-hati dan mencoba menghindari kubangan air.

Bagaimana tidak, jika tidak berhati-hati ketika melintasi area Jalan Panyawungan yang rusak berat maka dampaknya cukup berbahaya, pengendara roda dua bisa terjatuh atau kendaraan roda empat bisa rusak bumpernya.

Pasalnya, lubang di Jalan Panyawungan yang rusak berat itu cukup besar dan dalam. Bahkan tidak ada papan peringatan atau tanda jalan rusak untuk informasi bagi pengendara supaya lebih berhati-hati.

Disamping kerap diguyur hujan dan dijemur cahaya matahari, aktivitas Jalan Panyawungan tergolong padat serta banyak dilalui oleh kendaraan besar dari setiap pabrik termasuk truk pengangkut tabung gas elpiji.

Kepala Desa (Kades) Cileunyi Wetan, Hari Haryono mengatakan, perbaikan Jalan Panyawungan perlu dilakukan oleh berbagai stakeholder.

“Jalan Panyawungan itu masuk ke wilayah Desa Cileunyi Wetan tapi statusnya sudah Jalan Kabupaten (Bandung),” kata Hari pada Rabu (13/7).

“Sehingga, perbaikan jalan tersebut kewenangannya ada di dinas terkait Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bandung,” tambahnya.

Diketahui, berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan, setiap kategori statusnya dipisah antara nasional, provinsi dan kabupaten. Jalan Nasional untuk kewenangannya oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerhaan Umum Perumahan Daerah Rakyat (PUPR). Sementara untuk status Jalan Provinsi dan Kabupaten, kewenangannya berada di bawah Pemerintah Daerah.

Apabila merujuk pada Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di pasal 24 ayat 1 tertuang, penyelenggara atau pemerintah yang membawahi status jalan diharuskan untuk memperbaiki kerusakan yang bisa berpotensi kecelakaan lalu lintas.

Rambu peringatan atau tanda jalan rusak perlu dipasang, apabila perbaikan terkendala oleh kondisi seperti pandemi Covid-19 atau terbatasnya anggaran untuk keperluan yang lebih urgentsi.

Sementara jika terjadi kecelakaan akibat jalan rusak yang belum juga diperbaiki, maka pada Undang-undang nomor 22 tahun 2009 di pasal 273 tertuang, penyelenggara jalan atau pemerintah yang bertanggung jawab atas status jalan rusak itu bisa dikenai sanksi maksimal 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp120 juta rupiah.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Kecamatan Cileunyi, Iwan Gunawan menegaskan, terkait keberadaan Jalan Panyawungan statusnya milik Kabupaten Bandung.

“Kerusakan Jalan Panyawungan tersebut sudah dilaporkan dan diusulkan ke dinas terkait,” ujar Iwan.

Laporan pengajuan perbaikan Jalan Panyawungan yang sudah rusak berat itu, diakui Iwan sudah dilakukan sejak awal 2022 ke Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Sudah diagendakan untuk perbaikan, namun belum tahu kapan jalan tersebut tersentuh perbaikan,” tutup Iwan.(je/sep)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.