Fenomena ‘Atlantis’ Kian Nyata, Riset Memprediksi Wilayah Legonkulon dan Sebagian Pamanukan Tenggelam di 2030 

Fenomena 'Atlantis' Kian Nyata, Riset Memprediksi Wilayah Legonkulon dan Sebagian Pamanukan Tenggelam di 2030 
0 Komentar

SUBANG-Sejumlah wilayah di kawasan Pantura Subang dan kawasan lainnya di pantai utara Jawa diprediksi terendam air laut pada tahun 2030.

Hal itu merujuk pada prediksi lembaga riset independen Climate Central. Dalam peta interaktif yang dirilis lembaga itu, tampak sejumlah wilayah pesisir utara Jawa terendam laut.

Terlihat tanda merah yang berarti daratan terendam di wilayah Blanakan, Pondokbali, Patimban hingga sebagian wilayah Pamanukan.

Baca Juga:Fenomena ‘Atlantis’ Kian Nyata, Riset Memprediksi Wilayah Legonkulon dan Sebagian Pamanukan Terendam di 2030 SUMPAH PEMUDA dan Tantangan Lintas Generasi (Bagian 4)

Kondisi itu terjadi akibat kenaikan permukaan air laut. Kondusi tenggelannya daratan ini sering disebut fenomena ‘atlantis’.

Fenomena ini diprediksi karena kondisi pemanasan global atau perubahan iklim dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini pun kondisi pantai utara Subang memang dalam kondisi kritis. Yang paling parah melanda kawasan wisata pesisir Pondok Bali. Pantai itu memerlukan reklamasi besar-besaran.

Area kiri kanan pantai sudah terendam. Apalagi saat rob datang di bulan Juni-Juli. Banjir rob cukup besar juga pernah terjadi pada Desember 2021 lalu.

Pemukiman di Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon terendam. Beruntung wisata pantai Pondok Bali hingga kini masih bertahan meski tidak seperti dulu lagi.

Banyak warga yang sudah meninggalkan pemukimannya. Rumah dan fasilitas publik rusak akibat kikisan air laut. Tak banyak yang bisa dilakukan warga. Biasanya mereka meninggalkan rumah saat kena rob. Lalu kembali lagi setelah surut.

Fenomena ‘atlantis’ sudah begitu terasa di Pantai utara Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang. Sudah sekitar 300 rumah atau dua dusun yang tenggelam akibat permukaan laut terus naik.

Baca Juga:SUMPAH PEMUDA dan Tantangan Lintas Generasi (Bagian 2)SUMPAH PEMUDA dan Tantangan Lintas Generasi (Bagian 3)

Fenomena atlantis merujuk pada kisah kuno yang disebutkan oleh Plato. Diceritakan Plato dalam buku Timaeus dan Kritias, atlantis adalah daratan yang tenggelam pada tahun 9.500 SM dalam waktu satu hari satu malam.

Penduduk atlantis memiliki pasukan kuat yang bisa menaklukan Eropa dan Afrika.

“Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam”.

0 Komentar