GURU BERGERAK INDONESIA MERANGKAK

GURU BERGERAK INDONESIA MERANGKAK
0 Komentar

Nilai-nilai ini yang akan berimbas pula pada siswa. Nilai-nilai positif dan kebiasaan-kebiasaan pada pola pengajaran, yang akan membentuk pola belajar murid. Guru harus mampu membelajarkan siswa, tidak hanya mampu mengajar dan mengelola kegiatan kelas, tetapi juga dituntut untuk mampu menciptakan hubungan yang efektif dengan siswa dan komunitas sekolah, menggunakan teknologi untuk meningkatkan mutu pengajaran.

Amanah itu bisa dijalankan dengan menuntun peserta didik mendapatkan pengajaran dimana menciptakan merdeka belajar sehingga melahirkan murid merdeka yang sesuai dengan profil pelajar pancasila.

Terdapat 6 profil pelajar pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong dan kebhinekaan global.

Baca Juga:Edisi Khusus Hari Pahlawan : Peran KH Muhyidin Melawan Penjajah Belanda dan JepangEnung Kembangkan Usaha untuk Biayai Hidup Keluarga

Dalam mewujudkan profil pelajar pancasila yang dimaksud melalui sebuah pendidikan karakter dengan bekal nilai-nilai yang dimiliki guru seperti yang sudah disinggung di awal. Bahwa nilai-nilai positif yang harus dimiliki oleh guru agar terciptanya kondisi belajar yang kondusif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Dengan peran guru yang sangat strategis ini maka kompetensi yang harus dikuasai oleh guru nantinya adalah mampu mengembangkan diri dan orang lain, mampu memimpin pembelajaran, mampu memimpin pengembangan sekolah, serta mampu memimpin manajemen sekolah.

Guru profesional diharapkan akan mampu mencetak Sumber Daya Manusia unggul yang berkompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. “Bergotong royong dengan semua pemangku kepentingan untuk mencetak Sumber Daya Manusia unggul adalah kunci transformasi pendidikan untuk mencapai visi Indonesia 2045.

Menghadapi tantangan membuat perubahan di dalam sebuah pendidikan dengan sarana dan prasana yang terbatas, apalagi berada ditempat yang jauh dari perkotaan, pola pikir terkadang berbeda jauh tertinggal bukan alasan menyudutkan siswa untuk tidak bisa berkembang berpikir tingkat tingi tapi bagaimana kita seorang pendidik handal membawa perubahan itu menjadi nyata, memberi perkembangan pesat pada pendidikan yang jauh lebih baik, lebih berpotensi, dan berprestasi sehingga tidak ada istilah dimana tempat kami tinggal,tapi bagaimana bisa bersaing bersama dalam pendidikan yang tidak tertinggal, menyamakan kedudukan dengan hak dan kewajiban yang sama untuk belajar dan mengajar,adalah panggilan dari hati yang terdalam mengukir sebuah kisah bagaimana terlahir menjadi seorang guru yang bukan hanya sebagai profesi tapi sebagai pembawa perubahan, untuk itu kita sebagai seorang pendidik bukan harus menuntut siswa tetapi bisa membantu menyalurkan minat dan bakat siswa, memerdekakan kebebasaan siswa bukan hanya sekedar berpendapat namun lebih  mendorong siswa untuk menyalurkan semua itu dengan berbagai tindakannya yang membuat mereka asyik belajar dan menerima pembelajaran dengan baik contohnya guru merubah metode dan strategi dalam pengelolaan peserta didik mengajar memberikan dan membangun interaksi bersama siswa melalui diskusi, tanya jawab bahkan memberikan kesempatan kebebasan kepada siswa untuk mengekspresikan diri, mengeksplor ide cemerlangnya dibawah arahan dan bimbingan seorang guru, membuat strategi pembelajaran yang menyenangkan agar siswa aktif dalam proses pembelajaran selain itu kita sebagai guru bisa memberikan berbagai edukasi, seperti belajar sambil bermain, belajar kelompok,belajar persentasi di depan kelas, belajar dengan menggunakan media atau alat peraga serta belajar dengan mengakses informasi di media sosial seperti yutube yang bisa menumbuhkan semangat belajar siswa,yang lebih menarik dan menyenangkan,  sehingga siswa tidak merasa jenuh karena pada dasarnyaa proses pembelajaran yang berhasil itu bukan pada pendalaman materinya tapi bagaimana kita bisa menyampaikannya secara tepat membuat siswa nyaman belajar dengan guru membuat mereka tertarik dalam proses pembelajaran sehingga dengan hati kita mengajar akan sampai pada hati siswa yang diajar, apa yang kita sampaikan pada mereka akan tertanam dalam pikiran mereka, dalam tulisan singkat yang saya sampaikan harapan terbesar saya mari  kita sama-sama sebagai seorang pendidik untuk menjadi guru bergerak memerdekaan siswa dan memajukan indonesia.

0 Komentar