63 Orang Dicatut Namanya Masuk Partai, Diduga Asal Comot NIK Warga Subang

Editor:

SUBANG-Partai politik di Subang diduga asal comot gunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga untuk kepentingan pendaftaran sebagai peserta pemilu 2024. KPU Subang mencatat ada 63 warga Subang yang mengadu karena terdata sebagai anggota partai, padahal mereka mengaku tidak pernah bergabung dengan partai.

Perilaku tidak terpuji ini jelas merugikan warga. Tanpa sepengetahuan warga yang bersangkutan, mereka tiba-tiba terdata dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) tercatat sebagai anggota parpol.

Misalnya saat mereka akan mendaftar sebagai penyelenggara pemilu, otomatis tidak akan bisa karena tercatat sebagai anggota parpol. Solusinya, mereka harus membuat pernyataan bahwa tidak pernah menjadi anggota parpol.

Salah satu warga Subang yang mendaftar menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Daryim Nugroho mengaku kaget, ketika dirinya di dalam Sipol tercatat sebagai anggota parpol. Padahal dia mengaku tidak pernah bergabung dengan partai politik.

BACA JUGA:

Disdukcapil Subang Mulai Lakukan Pendataan KTP Digital

Dia mengetahui tercatat sebagai anggota partai, ketika KPU melakukan verifikasi dari data Siakba yang digunakan untuk mendaftar PPK dengan Sipol.

“Ya keberatan dengan sendirinya saya masuk parpol, tapi pada kenyataannya saya itu engga masuk parpol. Nggak tau ini parpol apa,” ungkapnya saat konsultasi mengenai pendaftaran PPK di Sekretariat KPU Subang, Rabu (24/11).

Warga Tambakdahan ini mengaku dirugikan atas tindakan pihak yang tidak bertanggungjawab memasukin data pribadinya untuk kepentingan pendaftaran parpol. Seingat dia, beberapa waktu ke belakang tidak ada pihak yang meminta fotokopi KTP.

Mengenai pendaftaran PPPK, setelah berkonsultasi dengan KPU maka akhirnya dia membuat pernyataan tidak pernah menjadi anggota parpol.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang, Suryaman angkat bicara mengenai warga yang mengeluh namanya tercatat di Sipol sebagai anggota parpol. Suryaman menjelaskan, sejauh ini ada 63 warga yang komplain ke KPU yang namanya diketahui tercatat sebagai anggota parpol.

Data warga tersebut bisa dihapus dari Sipol oleh pihak parpol sendiri. KPU tidak bisa menghapus data tersebut di Sipol.
Suryaman mengatakan, salah satu indikasi partai asal gunakan NIK warga yakni adanya kasus keanggotaan ganda di dua parpol. Suryaman mempertanyakan bagaimana proses parpol dalam rekruitmen anggotanya.

“Nggak mungkin partai A dan B ada doble keanggotaan. Masa secara pribadi ingin menjadi dua keanggotaan dua parpol,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, Kamis (24/11).

Sementara itu, jika ada pendaftar PPK yang tercatat sebagai anggota parpol di Sipol, maka dia harus membuat pernyataan tidak pernah menjadi anggota parpol.

Sejauh ini, kata Suryaman, belum ada rekap data mengenai jumlah pendaftar PPK yang namanya tercatut sebagai anggota parpol.(ysp)

BACA JUGA:

Link Saldo Dana Gratis Langsung Cair Rp.100.000 Tanpa KTP dan Undang Teman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *