Para Gerilyawan Gaza Tembakkan Roket ke Israel Usai Kematian Tokoh Jihad Islam

Gaza israel
Para Gerilyawan Gaza Tembakkan Roket ke Israel Usai Kematian Tokoh Jihad Islam
0 Komentar

PASUNDAN EKSPRESPara gerilyawan Gaza mengirimkan tiga roket ke Israel pada Selasa (2/5) setelah Khader Adnan, tokoh terkemuka kelompok Jihad Islam dalam tahanan Israel, meninggal dunia setelah melakukan mogok makan selama hampir tiga bulan. Kejadian ini menandai ketegangan yang semakin meningkat antara Gaza dan Israel.

Dilaporkan oleh kantor berita AFP, seorang jurnalis AFP menyaksikan tembakan roket ke arah Israel dari wilayah Gaza, sedangkan militer Israel melaporkan tiga roket diluncurkan dari Gaza dan jatuh di area terbuka.

Kematian Adnan menjadi pemicu bagi kelompok militan Gaza untuk menembakkan roket ke arah Israeel. Kelompok Jihad Islam mengeluarkan pernyataan bahwa Israel akan membayar harga atas kejahatan ini.

Baca Juga:Komisi VIII DPR RI Mengecam Keras Insiden Penembakan di Kantor MUIAKBP Achiruddin Hasibuan Jadi Tersangka karena Membiarkan Anaknya Menganiaya Mahasiswa

Khader Adnan ditahan di bawah prosedur penahanan administratif yang kontroversial di mana orang-orang ditahan tanpa dakwaan oleh Israel.

Kepala kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina, Qaddura Faris, menyatakan bahwa Adnan adalah “orang Palestina pertama yang mati akibat mogok makan” dalam tahanan Israel.

Layanan penjara Israel mengungkapkan bahwa Adnan sudah beberapa kali ditahan.

Istri Adnan, Randa Mousa, mengatakan kepada AFP bahwa suaminya telah melakukan beberapa kali mogok makan di dalam tahanan dan menolak dukungan apa pun serta pemeriksaan medis.

Dia juga berada di sel dengan kondisi penahanan yang sangat sulit.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak Perang Enam Hari tahun 1967 dan pasukannya secara teratur menahan warga Palestina.

Adnan ditahan di klinik di penjara Ramla di Israel tengah, namun Israel menolak untuk memindahkannya ke rumah sakit sipil dan mengizinkan pengacaranya untuk berkunjung.

Ketegangan antara Gaza dan Israel semakin meningkat, dan kejadian ini menambahkan tekanan bagi kedua belah pihak untuk menemukan solusi damai yang tepat.

Baca berita terbaru kami di PASUNDANEKSPRES  dan GOOGLE NEWS  

0 Komentar