Sa’an: NasDem Komitmen Jaga Politik Non Transaksional

NasDem
0 Komentar

Edukasi Bacaleg

BANDUNG BARAT-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaksanakan Kemah Restorasi dan Sekolah Calon Legislatif Partai NasDem tahun 2023. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyiapkan kemampuan berpolitik para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai NasDem yang diatas rata-rata.

Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustopa menyampaikan, tujuan diadakannya Kemah Restorasi dan Sekolah Calon Legislatif yakni sebagai bentuk penegasan bahwa Partai berkomitmen untuk menjaga politik non transaksional, politik tanpa mahar, serta anti jual beli nomor urut.

“Ini tujuan Partai , mencetak orang-orang baik, jujur, bersih, serta amanah demi kemaslahatan masyarakat banyak,” ungkap Saan saat membuka Kemah Restorasi dan Sekolah Calon Legislatif di Kebon Pines Cikole, Lembang, KBB.

Baca Juga:Kodim 0604: Berani Membela KebenaranSulit Air Bersih, Warga Protes PDAM

Diterangkan Saan, selama menunggu keputusan KPU untuk Daftar Calon Tetap (DCT) pada 4 November 2023 serta mempersiapkan diri untuk kampanye yang hanya 75 hari, maka dari itu Partai NasDem berkomitmen mengisi kekosongan waktu tersebut dengan menerpa diri dengan berbagai keilmuan, pemahaman, serta kemampuan bagi setiap Bacaleg.

“Lebih baik berinovasi untuk mengisi (rentang waktu sebelum penetapan DCT), salah satunya dengan mengikuti sekolah calon legislatif, sekolah legislatifnya nanti pasca terpilih di Pileg 14 Februari 2024,” ucapnya.

Sekolah Calon Legislatif, menurut dia, menjadi bentuk keinginan DPW Partai NasDem yang menginginkan setiap Bacaleg Partai NasDem agar memiliki pemahaman politik yang memadai sebagai bekal berkontestasi.

“DPW terus berupaya meng-upgrade kemampuan berpolitik para Bacaleg agar diatas rata-rata Bacaleg partai lain,” terangnya.

Dibeberkan dia, selama Sekolah Calon Legislatif, DPW Partai NasDem pun membekali para Bacaleg dengan pengetahuan praktis tentang membranding diri sebagai Bacaleg, cara meyakinkan orang, kanvasing, publik speaking, pengelolaan saksi, fungsi dan peran anggota legislatif, cara menghimpun massa, cara penggalangan politik dari setiap SDM yang kompeten dari bidangnya.

“Data survei serta data hasil Pemilu yang lalu sebagai bahan untuk perbaikan. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menggali kemampuan dan kekuatan Bacaleg yang harus dieksplorasi dan dielaborasi sedemikian rupa agar mewujud, nampak,” pungkasnya.(eko/sep)

0 Komentar