Awal Mula Wabah Antraks di Gunungkidul, Maksud Baik Jadi Petaka hingga Telan Korban Puluhan Jiwa

Awal mula wabah Antraks di Gunungkidul
0 Komentar

ini tidak ada yang mengalami gejala. Semua dalam pemantauan dan kondisinya sehat,” kata Sidig seperti yang dilansir oleh Pasundan Ekspres, Jumat (7/7/2023).

Warga Mengonsumsi Daging Sapi Mati yang Telah Dikubur

Terkait penyebab wabah antraks di Gunungkidul yang terungkap setelah seorang warga berusia 73 tahun terpapar virus antraks dan meninggal.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul menyatakan bahwa korban sebelumnya telah mengonsumsi daging sapi yang mati karena sakit pada bulan Mei.

Baca Juga:Apa Itu Antraks, Penyakit Menular dari Hewan Ternak, yang Bikin Geger di Gunungkidul YogyakartaCara Membuat Akun Threads Instagram, Aplikasi Baru Pesaing Twitter

“Ada tiga ekor sapi yang dikonsumsi oleh masyarakat. Ketiganya sakit dan mati,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, kepada wartawan di kantor Pemkab Gunungkidul.

Wibawanti menjelaskan bahwa warga sebelumnya menggali tempat penguburan sapi yang mati secara mendadak.

Warga tersebut kemudian menggali kuburan dan mengonsumsi daging sapi yang mati tiba-tiba tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Gunungkidul, Retno Widyastuti, mengatakan bahwa mereka tidak menemukan bangkai dari 12 ekor ternak yang terpapar antraks.

Retno menyebutkan bahwa ada kemungkinan ternak-ternak tersebut telah dikonsumsi oleh warga.

Tentang Tradisi Brandu yang Diduga Menjadi Pemicu

Di sisi lain, Retno menjelaskan adanya tradisi brandu yang masih berlangsung di masyarakat Gunungkidul yang diduga menjadi pemicu wabah ini.

Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih sapi yang sakit atau sekarat, kemudian dagingnya dijual dengan harga murah.

Baca Juga:Perpaduan Twitter dan Instagram Ada di Aplikasi Baru Threads, Intip Yuk Serba Serbinya, Seru TauThreads Medsos Baru yang Resmi Menjadi Pesaing Twitter

“Brandu adalah tradisi di Gunungkidul, dan ada berbagai jenis brandu. Brandu ini tergantung pada penyebabnya, kadang-kadang ternak tersebut dikonsumsi setelah sakaratul maut akibat keracunan,” ujarnya.

Retno menyatakan bahwa brandu merupakan tradisi dengan tujuan baik. Meskipun tujuannya adalah membantu sesama, namun jika ternak yang dibrandu mati mendadak akibat antraks, hal ini hanya akan merugikan masyarakat. Sebab, ini akan menyebarkan wabah antraks.

Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, meminta kepada masyarakat agar tidak menyembelih ternak yang sakit, terlebih jika ternak tersebut mati secara mendadak.

Mengingat salah satu penyebab penyebaran antraks adalah mengonsumsi daging ternak yang terpapar.

Mengenal Penyakit Antraks

Antraks adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis pada manusia dan hewan. Istilah “antraks” berasal dari bahasa Yunani

0 Komentar