oleh

Hilal Puasa 2021 Lengkap dengan Hadit’s tentang Awal Bulan Ramadhan

Hilal Puasa 2021 Lengkap dengan Hadit’s tentang Awal Bulan Ramadhan

Hilal Puasa 2021 Lengkap dengan Hadit's tentang Awal Bulan Ramadhan
      Hilal Puasa 2021 Lengkap dengan Hadit’s tentang Awal Bulan Ramadhan

Hilal puasa 2021 merupakan salah satu hal yang menentukan kapan puasa ramadhan 2021 dimulai. Ada dua metode yang biasa dilakukan untuk mengetahui hilai puasa 2021.

Hilal puasa 2021 dilakukan dengan beberapa metode, seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum itu, mari kita ketahui terlebih dahulu penjelasan tentang Hilal, Rukyat dan Hisab, agar kita mengerti dan tidak salah memahami ketika nanti dilaksanakan Hilal puasa 2021

Hilal Penentuan Awal Puasa

Hilal merupakan perhitungan secara atronomi dan matematis untuk menentukan posisi awal bulan dalam kalener hijriyah.

Rukyat

Sedangkan Rukyat merupakan kegiatan yang dilakukan dalam mengamati visibiltias hilal, yaitu adanya penampakan bulan sabit yang pertama kalinya setelah terjadi konjungsi (Ijtimak). Melakukan rukyat dapat dibantu dengan alat teleskop atau juga langsung dengan mata kita tanpa bantuan alat buatan manusia.

Kalender Hijriyah dalam Islam adalah diawali pada saat matahari terbenam dan memasuki malam (Ketika Maghrib), artinya pergantian hari adalah ketika Maghrib tiba, bukan seperti kalender duniawi yang mengawali pergantian hari pada jam 12 malam.

Hisab

Hisab ialah perhitungan (secara harfiah). Penggunaan istilah Hisal dalam Agama Islam berkaitan dengan ilmu astronomi yang mana dilakukan untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi yang kita pijak.

Hadit’s tentang Hilal Bulan Puasa dan Dalil Puasa Melihat Hilal

Hal tersebut sesuai Firman Allah di dalam Al-Qur’an

ہُوَ الَّذِیۡ جَعَلَ الشَّمۡسَ ضِیَآءً وَّ الۡقَمَرَ نُوۡرًا وَّ قَدَّرَہٗ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُوۡا عَدَدَ السِّنِیۡنَ وَ الۡحِسَابَ ؕ مَا خَلَقَ اللّٰہُ ذٰلِکَ اِلَّا بِالۡحَقِّ ۚ یُفَصِّلُ الۡاٰیٰتِ لِقَوۡمٍ یَّعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu).
Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar.
Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”. (Q.S. Yunus (10):5)

اَلشَّمۡسُ وَ الۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٍ

Artinya: “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, “ (Q.S. Ar-Rahman (55):5)

Penentuan Hilal Ramadhan 2021

A. Rukyatul Hilal

Rukyatul Hilal di Indonesia

Nahdatul Ulama (NU) menggunakan Rukyatul Hilal ini untuk mencontoh sunnah Rasulullah S.A.W dan para sahabatnya, serta mengikuti ijtihad para ulama 4 (empat) Mazhab.

Metode Hisab tetap diterapkan, yang berfungsi hanya untuk alat bantu melihat bulan hijriyah, tetapi bukan untuk menentukan masuknya awal bulan Hijriyah tersebut.

Rukyatul Hilal merupakan sebuah kriteria untuk menentukan awal bulan Hijriyah (kalender Hijriyah) dengan cara melakukan rukyat (melakukan pengamatan) hilal secara langsung.

Jika bulan sabit (Hilal) tidak juga terlihat bahkan gagal terlihat, ditetapkan untuk bulan berjalan akan digenapkan menjadi 30 hari (Istikmal).

Hadit’s tentang Hilal Bulan Puasa

Hadit’s Nabi Muhammad S.A.W yang artinya:

“Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) menjadi 30 hari”.

B. Wujudal Hilal

Muhammadiyah dan Persis menggunakan metode ini dalam  menentukan awal bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. (Sejak tahun 2000, sudah menggunakan metode Imkanur-rukyat, dan tidak lagi menggunakan wujudal hilal).

Metode Wujudul Hilal merupakan penentuan awal bulan pada kalender Hijriyah, yaitu dengan menggunakan 2 prinsip:

1). Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum Matahari terbenam (ijtima’ qablal ghurub),

2). Bulan terbenam setelah Matahari terbenam (moonset after sunset);

Jadi, pada sore hari itu dinyatakan sebagai awal bulan pada kalender Hijriyah, tanpa harus melihat sudut ketinggian (altitude) Bulan ketika Matahari terbenam pada hari itu.

C. Imkanur Rukyat MABIMS

Imkanur Rukyat merupakan tolak ukur dalam penentuan awal bulan pada kalender Hijriyah yang telah ditetapkan dari hasil Musyawarah para Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS),

Untuk kemudian digunakan dengan resmi guna menetukan awal bulan Hijriyah pada Kalender Resmi Pemerintah terkait, dengan menerapkan prinsip:

Awal bulan pada kalender Hijriyah terjadi apabila:

  • Ketika Matahari terbenam, ketinggian (altitude) Bulan berada di atas cakrawala dengan minimum 2°, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari berada pada minimum 3°, atau:
  • Pada waktu bulan terbenam, usia Bulan minimum adalah 8 jam yang dihitung dari mulai ijtimak.

C. Rukyat Global

Rukyat Global ialah patokan untuk menentukan masuknya awal bulan dalam kalender Hijriyah.

Dengan menganut prinsip: Apabila satu penduduk di sebuah negeri sudah menyatakan melihat hilal, maka semua penduduk di seluruh negeri akan berpuasa. (Prinsip ini digunakan oleh HTI-Hizbut Tahrir Indonesia).

Ramadhan Berapa Hari Lagi?

Dengan beragam ringkasan perbedaan pendapat seperti yang telah disebutkan di atas, dalam menentukan Hilal terutama Hilal Puasa 2021, tentunya kita tidak boleh saling menyalahkan, sebab semua sudah berdasar pada hadit’s, riwayat dan dalil yang sudah jelas adanya, tinggal kita saja yang memilih dan meyakini.

Sepakat ambil, tidak sepakat tinggalkan, hindari berdebat perihal Agama.

Berpedoman pada Rukyat

Ketika melakukan penentuan awal bulan Ramadhan dan menentukan bulan Syawal untuk memulai dan mengakhiri bulan puasa, hingga sekarang ini Jumhur Ulama (Mayoritas Ulama) tetap menjadikan metode rukyat sebagai pedoman.

Berpedoman pada Rukyat, artinya Jumhur Ulama melihat bulan baru (Hilal) dengan mata kepala langsung, bukan dengan perhitungan atau melihat secara ilmiah yang menggunakan perhitungan Hisab.

Hilal hanya sekedar alat bantu untuk melihat hilal, bukan sebagai penentu.

Apabila jumhur ulama sudah melakukan penglihatan Hilal secara riil dengan mata kepala, tetapi tidak/belum terjadi misalnya disebabkan dengan adanya awan yang menghalangi, maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30hari, baru setelah itu masuk bulan puasa ramadhan, dan juga melihat hilal bulan syawal seperti itu, maka digenapkan bulan ramadhan menjadi 30 hari. (Wallahua’lam)

Dari berbagai sumber, Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan pada hari Selasa, 13 April 2021

Pihak BMKG perihal Hilal Puasa Ramadhan 2021

BMKG akan menginformasikan perihal Hilal ketika terbenamnya Matahari, yaitu hari Senin, tanggal 12 April 2021,  sebagai pedoman untuk menentukan masuknya awal bulan Ramadan 2021 – 1442 H.

Berita yang akan disampaikan mencakup:

  1. Waktu Konjungsi (Ijtima’) dan Waktu Terbenam Matahari
  2. Peta Ketinggian Hilal
  3. Peta Elongasi
  4. Peta Umur Bulan
  5. Peta Lag
  6. Peta Fraksi Illuminasi Bulan
  7. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal
  8. Data Hilal saat Matahari Terbenam untuk Kota-kota di Indonesia.

Kementrian Agama perihal Penentuan Kapan Mulai Puasa Ramadhan Tahun 2021

Bahwa dari berbagai sumber menyebutkan, sidang isbat awal Ramadhan 2021 In Sha Allah digelar pada hari Senin, 12 April 2021 secara daring dan luring, dimulai pukul 16.45 Wib sore hari. (Re/Juni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *