oleh

Dari Tukang Ojek jadi Anggota DPRD, Kang Boeng Buka BRT Football Academy untuk Fasilitasi Mimpi Anak Desa  

 

Turut serta dalam meramaikan belantika pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Subang, Hendra Purnawan atau akrab di sapa Kang Boeng, membuka BRT Football Academy di Tanjungsiang. Dibukanya football academy itu disebutkan Boeng yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Subang, sebagai bentuk pengabdian warga negara untuk anak-anak desa menuju sepak bola dunia.

INDRAWAN SETIADI, Tanjungsiang

Cuaca cerah pagi itu, 90 anak-anak dari berbagai desa di Kecamatan Tanjungsiang berkumpul di lapangan sepak bola depan kantor Kecamatan Tanjungsiang. Berbaris rapi, mengenakan kostum sepak bola komplit, dari seragam tim paduan warna hijau hingga sepatu.

Rupanya sedang dibuka sekolah sepak bola pagi itu, yang diinisiasi Kang Boeng. “Kita hanya memfasilitasi cita-cita anak-anak desa yang ingin monorehkan prestasinya di dunia sepak bola. Mudah-mudahan melalui BRT Football Academy mereka bisa menjadi anak-anak hebat yang bisa menari-nari menggocek bola di event dunia,” ungkap Kang Boeng pada Pasundan Ekspres.

Membuka sekolah sepak bola bagi Kang Boeng, bukan keinginan yang tiba-tiba begitu saja. Dalam obrolan pagi itu, sambil menyaksikan murid-muridnya berlatih, Kang Boeng bercerita bagaimana dia menyimpan mimpi untuk menjadi pemain sepak bola profesional.

Jauh sebelum duduk sebagai Anggota DPRD Kabupaten Subang, hingga 3 periode, Boeng sempat berprofesi sebagai tukang ojek. Sejak itu dia terus berupaya untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain bola.

BACA JUGA: Lima Tempat Wisata di Subang Terbaru dan Terhits

“Saya dulu kan pemain jalanan. Sambil ngojek main bola. Pagi ngojek sore main bola, hingga jalan hidup membawa saya jadi anggota dewan. Tidak mau anak-anak tidak terfasilitasi mimpinya seperti saya, menjadi pemain sepak bola, akhirnya saya buat sekolah agar bisa memfasilitasi,” tambahnya.

Dia juga menyebut untuk membuka sekolah sepak bola sebagai fasilitas untuk latihan sepak bola anak-anak tak mesti harus menggandalkan anggaran dari pemerintah. Kang Boeng berkeyakinan jika sekolah sepak bolanya mampu mandiri, tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Justru baginya sebaliknya, kehadiran sekolah sepak bolanya bisa memberikan sumbangsih berupa banyak prestasi bagi pemerintah daerah.

BACA JUGA: Daftar Lima Oleh-oleh Khas Subang yang Wajib Kalian Beli

“Apakah ada yang salah tentang pembinaannya atau memang lebih membenturkan diri dangan anggaran yang selalu menggantungkan ke Pemda. BRT Football Academy, mencoba keluar dari zona ini. Kami ingin mandiri dan mencoba untuk tidak bergantung kepada pemerintah daerah. Justru sebaliknya, kehadiran kami ingin jadi laboratorium anak-anak desa dalam masalah sepak bola dan seterusnya memberikan sumbangsih prestasi anak-anak kepada pemerintah daerah. Doakan semoga ini bisa dan memang harus bisa,” ungkap Kang Boeng yang menjabat sebagai Kepala Sekolah di BRT Football Academy.

Adapun dijajaran Direktur Tekhnik, Pasundan Ekspres melihat ada nama besar Mulyana, legenda Persib Bandung. Benar saja, Kang Boeng menyebut jika Subang pernah menjadi pencetak pemain terbaik di Jawa Barat, bahkan sampai kancah Nasional.

“Subang pernah punya Mulyana, Anwar Sanusi, Kekey Zakaria. Setelah mereka, Subang saat ini lost kader-kader yang bisa seperti mereka, disitulah BRT Football Academy hadir untuk mengisi kekosongan itu, dengan memanfatkan Mulyana sebagai putra daerah serta pemain legenda di Persib Bandung,” tambahnya.

Tidak terasa, pagi semakin siang, matahari juga mulai terasa agak panas, kami cukupkan perbincangan saat itu. Dalam akhir sesi pembicaraan Kang Boeng berharap sekolah sepak bolanya tersebut mampu membangkitkan kembali gairah pembinaan sepak bola di Subang yang saat ini dalam keadaan lesu.(idr/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *