oleh

Perang Manusia vs Wabah

AKAN jadi cerita yang sangat panjang jika diurai secara rinci bagaimana sesungguhnya manusia bisa bertahan dari pandemi. Sebelum Covid-19, banyak penyakit yang pernah mewabah hingga membunuh ratusan ribu hingga jutaan umat manusia.

Rentang waktu peristiwa wabah di dunia ini akan kita mulai dari waktu sebelum Nabi Isa lahir atau orang Barat biasa menyebut BC (before christ) atau kita menyebutnya sebelum masehi (SM). Hingga lahirnya pandemic Covid-19 di tahun 2019. Manusia tidak berhenti berperang.

Jika disatukan, kematian akibat wabah jauh lebih besar dari Perang Dunia I dan II sekalipun. Berikut rinciannya diolah dari berbagai sumber:

  1. 430 B.C–Wabah di Athena

Wabah ini menyebar di Athena. Muncul kulit ruam merah, demam, seperti kesulitan bernafas, hingga batuk berdarah. Faktor wabah ini menjadi penyebab besar kekalahan Athena saat diserang bangsa Spartan.

  1. Tahun 165 AD/Masehi–Wabah Antonine

Wabah ini diyakini dibawa oleh Bangsa Han yang menyerang Eropa. Bangsa Han diyakini dari Asia. Pandai memanah dan menunggang kuda. Mereka masuk ke wilayah Jerman hingga menulari imperium Romawi. Gejalanya demam berkepanjangan, sakit tenggorokan, diare. Wabah ini bertahan hingga hampir 15 tahun. Wabah akhirnya merenggut kaisar Romawi Marcus Aurelius.

  1. Tahun 250 AD/Masehi–Wabah Cyprian

Wabah ini diyakini pertama kali muncul dari Ethiopia. Kemudian menyebar ke Afrika Utara, Roma dan Mesir. Yang terinveksi merasakan matinya jaringan tangan dan kaki, muncul borok, muntah-muntah dan demam. Diyakini setelah tiga abad, tepatanya sekitar tahun 444, wabah ini kemudian muncul di Inggris.

  1. Tahun 541 AD/Masehi–Wabah Justinian

Diyakini pertama kali muncul di Mesir kemudian menyebar ke Palestina hingga Imperium Bizantium lalu ke dataran Mediterania. Wabah ini mengubah sejarah kekaisaran. Mengakibatkan merosotnya ekonomi Imperium Romawi. Wabah ini diyakini wabah terbesar pertama hingga 26 persen populasi dunia punah. Wabah diduga dibawa tikus. Yang terinfeksi mengalami demam dan kerusakan sistem limpa.

  1. Abad 11/tahun 1001–Wabah Kusta

Wabah ini menyebar di Eropa. Saat itu penyebaran agama Kristen tengah menguat. Otoritas gereja pun diakui negara dan masyarakat luas. Hingga wabah ini sering disebut penyakit kutukan Tuhan. Tapi wabah ini kemudian mendorong berdirinya banyak rumah sakit kusta. Tentu Anda sudah tahu seperti apa penyakit kusta. Dalam kondisi parah, jari tangan dan kaki akan putus.

  1. Tahun 1350–The Black Death

Diyakini penyebaran pertama barawal dari Asia. Wabah ini kemudian menggila di Eropa. Khususnya di Inggris dan Prancis. Wabah pes yang dibawa oleh tikus menyebabkan kematian sepertiga populasi dunia yang sering disebut kematian hitam (Black Death). Wabah ini menghancurkan sistem feodal di Eropa dan memicu punahnya bangsa Viking. Virus ini disebut telah menewaskan sekitar 200 juta penduduk dunia dalam waktu 4 tahun. Saat inilah manusia berfikir keras, sudah mulai mengenal sistem karantina dan menjaga jarak dengan orang yang terkena virus. Awalnya pemerintah mengkarantina pelaut yang baru saja datang. Benar saja, efeknya penyebaran bisa ditekan.

  1. Tahun 1492–The Columbian Exchange

Kembalinya rombongan pelaut di bawah ekspedisi Columbus dari Mediterania yang membawa virus, mengakibatnya virus lebih menyebar ke berbagai daerah yang disinggahi. Termasuk menyerang bangsa Aztec. Mereka terkena cacar, demam dan penyakit mematikan lainnya. Penelitian terbaru menyebut, sekitar 56 juta bangsa asli Amerika banyak yang meninggal karena wabah pada abad 16 dan 17 yang dibawa para pelaut dari Eropa.

  1. Tahun 1665–The Great Plague of London

Wabah ini terjadi di London hingga menewaskan 20 persen penduduk London. Penularan wabah ini disebut disebabkan oleh tikus dan anjing.

  1. Tahun 1817–Wabah Kolera

Wabah kolera pertama kali muncul di Rusia. Lalu menyebar ke Eropa, Asia, Jepang, China termasuk Indonesia. Wabah ini ini menewaskan sekitar 150.000 orang. Tahun 1885 kemudian baru ditemukan vaksin Kolera. Tapi pandemic masih berlangsung.

  1. Tahun 1889—Russian Flu

Pertama kali ditemukan di Siberia dan KAzakstan. Lalu menyebera ke Rusia, Eropa, Amerika dan Afrika. Dalam tempo satu tahun, wabah ini diprediksi telah menewaskan sekitar 360.000 orang.

  1. Tahun 1918—Flu Spanyol

Kasus pertama flu yang disebabkan dari burung ini ditemukan di Madrid, Spanyol pada musim semi. Kemudian menyebar dan mematikan. Diprediksi virus ini membunuh sekitar 50 juta penduduk dunia. Pertama kali pula ditemukan masker.

  1. Tahun 1957–Flu Asia

Pertama kali ditemukan di Hong Kong, lalu menyebar ke Cina dan Amerika. Wabah ini diprediksi telah mengakibatkan 14.000 kematian manusia di berbagai negara. Lalu serangan gelombang kedua menewaskan 1,1 juta penduduk dunia.

  1. Tahun 1981–HIV/AIDS

Pertama kali ditemukan pada tahun 1981 pada komunitas gay di Amerika. Tapi diyakini berawal dari Simpense dengan kasus pertama tahun 1920 di Afrika dan tahun 1960 an di Haiti. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Diakibatkan oleh pertukaran cairan dari orang yang teriveksi. Banyak ditemukan akibat penyimpangan perilaku seksual.

  1. Tahun 2003: SARS

Flu ini disebabkan oleh kelelawar, lalu ditularkan oleh kucing kepada manusia di Cina. Menulir ke berbagai negara. Meski jumlah kematian bisa ditekan hanya 774 orang. Manusia sudah mengenal sistem karantina dan sudah berhasil mengembangkan vaksin.

—————————–

Setelah SARS, kita tahu sejak Desember 2019, dunia dilanda virus Covid-19. Varian baru dari flu. Kabarnya, flu ini bermutasi terus menerus selama ratusan tahun. Jadi entah suatu saat akan dinamakan apa. Corona—biasa juga disebut begitu, varian baru dari virus flu sebelumnya. Bahkan Covid-19 itu sendiri sudah berkembang, ditemukan banyak varian baru.

Apa yang kita alami, bahkan saya sendiri mengalami, adalah perkembangan dari flu-flu lama yang sudah kita kenal dan kita terbiasa. Sebentar lagi kita pun akan terbiasa dengan corona.

Jika kini masih harus 14 hari isolasi dan istirahat tidak berinteraksi dengan orang lain, mungkin suatu saat hanya perlu seminggu atau tiga hari. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, kesehatan dan naiknya kekebalan tubuh manusia.

Ribuan orang yang terkenal Flu Spanyol dirawat di fasilitas kesehatan tahun 1918. foto: getty images

Peradaban Baru dan Revolusi Industri

Pada fase terjadinya peristiwa Wabah Justinian yang menyerang Eropa, mengakibatkan melemahnya ekonomi dan pertahanan Kekaisaran Romawi atau Byzantium dan Kekaisaran Sasania atau Persia Baru yang berpusat di Iran.

Penyebaran wabah tentu membuat masyarakat Eropa di bawah imperium Romawi lemah. Seperti sekarang, negara juga kekiasaran mengalokasikan banyak dana untuk penanganan wabah. Tentara juga tidak lepas dari serangan wabah. Saat kondisi belum pulih, mereka mendapat serangan dari kekuatan muslim dari negeri Arab. Sementara para tentara muslim dalam kondisi prima, sehat tidak terkena wabah. Terlebih teknologi ummat Islam sudah maju dan berkembang.

Di bawah komando Sultan Alfatih, sekitar 150 ribu tentara muslim pada tahun 1453 dengan teknologi perang yang memadai mengepung imperium Romawi yang sudah bertahan lebih dari 500 tahun. Dengan strategi ‘kapal menyebrangi daratan’ yang terkenal itu, akhirnya tentara muslim bisa masuk ke jantung pertahanan Romawi dan berhasil menaklukannya.

Setelah Konstantine jatuh, masyarakat Eropa melakukan banyak hal. Termasuk mereformasi sistem gereja. Memperbaiki pendidikan dan banyak belajar dari kemajuan Islam. Hingga kemudian terjadi kemerosotan di dunia Islam. Wabah pun masih terus berganti.

Sebagian bangsa Eropa seperti Inggris, Spanyol dan Belanda, melakukan banyak ekspansi ke Amerika dan Asia. Mengawali penjajahan oleh bangsa Eropa di berbagai negara melalui ekspedisi mencari rempah, emas dan motivasi agama.

Saat terjadi wabah di London tahun 1666 tengah terjadi semangat industrialisasi. Sistem feodal di Inggris, Prancis dan sebagain menjalar Jerman mulai rapuh. Tuan tanah banyak yang merugi. Banyak budak yang mati karena wabah. Sehingga mereka beralih kepada sistem mekanisasi dan permesinan. Banyak penemuan-penemuan baru yang menandai awal kemajuan bangsa Eropa mendorong revolusi Industri.

Hingga kini ras manusia masih bertahan. Terus berkembang. Kekuatan berfikirnya mampu membuat teknologi, vaksin, mengembangkan teknologi farmasi dan kedokteran lebih maju. Meski manusia masih rapuh akan diserang beragam virus lainnya yang bisa jadi lebih dahsyat, tapi manusia sudah melangkah lebih jauh. Membuat proyek-proyek keabadian (immortality), melawan tua dan mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligent) yang tidak terbatas.

Perang melawan wabah masih akan terus terjadi. Di suatu masa yang akan datang. Bisa jadi lebih mengerikan dan lebih dahsyat. Entah kita mengalaminya atau tidak. Ilmu pengetahuan terus berkembang hingga ke bentuk dan nama yang hari ini kita belum tahu.

Mari kita buktikan, manusia adalah makhluk unggul!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *