oleh

Tekan Angka Penyebaran COVID-19 saat PPKM, BPJamsostek Bagikan 2.000 Safety Kit

PURWAKARTA-BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek memberikan bantuan berupa 2.000 paket safety kit kepada pekerja di Kota Bandung. Ini sebagai bentuk dukungan atas penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dalam rangka menekan penyebaran COVID-19.

Penyerahan ke-2.000 paket safety kit tersebut dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo kepada Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) DPD Jawa Barat Achmad Nuzurul Karnain, belum lama ini.

Prosesi penyerahan bantuan yang dilakukan di sela kegiatan vaksinasi yang digelar Aprindo di Hotel Grand Pasundan tersebut juga disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah.

Dalam sambutannya Ida Fauziyah mengapresiasi penyelenggaraan vaksinasi dan mengajak seluruh peserta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski telah mendapatkan vaksin.

Karena dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta membatasi mobilitas dapat menjaga diri sendiri dan orang di sekitar dari penyebaran COVID-19. Sehingga, herd immunity dapat segera terbentuk.

Sementara itu, Dirut BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. “Ini juga bagian penting bagi kami untuk mendukung para pekerja. Karena kita melihat selama ini sektor retail, merupakan sektor yang penting, dan sektor ini tereskpos risiko yang tinggi,” ucapnya melalui rilisnya, Jumat (16/7).

Anggoro menambahkan, pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari program promotif preventif yang setiap tahun dilakukan oleh BPJamsostek.

Program ini awalnya ditujukan untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja, namun dengan kondisi pandemi yang berkepanjangan, pihaknya melakukan penyesuaian. Yakni, dengan lebih memfokuskan pelaksanaan program dalam bentuk bantuan penanggulangan COVID-19 di lingkungan pekerja.

Adapun selama tahun 2021, secara nasional BPJamsostek menggelontorkan anggaran sebesar Rp10,6 miliar dalam bentuk 123.000 multivitamin, 6.858 APD, 619.000 masker, serta 100.000 bahan pangan bergizi. Di mana seluruhnya didistribusikan melalui Kantor Wilayah dan Kantor Cabang BPJamsostek di seluruh Indonesia.

Selain itu bantuan promotif preventif juga diberikan dalam bentuk pelatihan ahli K3, APD untuk jasa konstruksi, helm motor serta pemasangan poster terkait K3 di beberapa tempat.

BPJamsostek bersama Menteri Ketenagakerjaan juga memberikan santunan Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) kepada ahli waris dari 2 karyawan PT Bio Farma (Persero) yang meninggal dunia.

Selain itu anak dari masing-masing peserta juga mendapatkan manfaat beasiswa dari BPJamsostek, sehingga total santuan yang diberikan adalah sebesar Rp425 juta.

Anggoro mengatakan bahwa ini merupakan bukti dari manfaat perlindungan yang diberikan oleh BPJamsostek kepada pekerja dan keluarganya. Oleh karena itu dirinya juga mengajak seluruh pekerja yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJamsostek

“Apa yang kami lakukan ini merupakan bukti bahwa negara hadir melalui BPJamsostek untuk memberikan perlindungan kepada pekerja. Kami juga sekaligus ingin membangkitkan optimisme dalam menghadapi kondisi yang berat ini,” kata Anggoro.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJamsostek Purwakarta Herry Subroto menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya untuk memberikan layanan prima kepada para pekerja.

“Kami juga mendukung kegiatan promotif dan preventif ini untuk menambah semangat dan optimisme para pekerja menghadapi pandemi saat ini,” ujar Herry saat dikonfirmasi.(add)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *