Warga Desa Karangmulya Siapkan Gugatan Class Action Untuk BBWS

Warga Desa Karangmulya Siapkan Gugatan Class Action Untuk BBWS
YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES LAMBAT: Peninjauan tanggul Cipunagara di Blok Makam Panjang Desa Karangmulya oleh tim terkait dari BBWS dan BPBD yang belum ada realisasi pekerjaan.
0 Komentar

SUBANG-Tanggul Sungai Cipunagara di Blok Makam Panjang Desa Karangmulya yang sempat longsor pada Bulan Januari, hingga kini masih belum mendapat penanganan serius. Bahkan meski sempat ada informasi rencana realisasi penanganan saat ini dari BBWS Citarum, namun hingga kini penanganan darurat tersebut belum kunjung ada.

Sekretaris Desa Karamgmulya, Komarudin mengatakan, longsoran tersebut telah terjadi sejak 3 hari terakhir. Pihaknya juga telah melayangkan surat terkait permohonan penanganan tanggul tersebut pada BBWS. “Tanggul sepanjang 300 meter dengan ketinggian longsoran 50-100cm ini, tentunya cukup memprihatinkan dan membahayakan,” ucapnya.

Hanya saja ia menyayangkan, hingga saat ini BBWS Citarum maupun BPBD Kabupaten Subang belum melakukan aksi nyata. Bahkan, Komarudin menyebut, jika tetap tak mendapat perhatian dan upaya penanganan. Pihaknya akan menyiapkan langkah termasuk melakukan gugatan class action, serta melaporkan ke Ombudsman terkait dengan penanganan yang lambat.

Baca Juga:Trayek Angkot di Subang Sengkarut, Pasar Rakyat Sepi Akibat Angkot Tak Masuk Terminal Pemprov Apresiasi Program KB di Purwakarta

“Kita koordinasi sudah. Bersurat sudah. Komunikasi secara formal dan informal sudah ditempuh, tapi belum ada tanggapan. Padahal curah hujan di selatan masih tinggi dan fluktuatif, melihat kondisi membuat masyarakat resah. Harusnya segara ada perhatian. Ini sudah 2 bulan tidak ada kabar,” imbuhnya.

Sementara kala itu, Petugas BPBD wilayah Pantura Didin Tajudin menyampaikan, saat ini pihaknya masih menunggu BBWS Citarum, yang saat ini tengah menyusun RAB pelaksanaan kegiatan. Pasalnya, setelah Satker OP 2 BBWS Citarum melakukan survey untuk penanganan tanggul tersebut. BBWS rencananya, akan melaksanakan kegiatan penanganan darurat di lokasi tersebut.

“Kalau Pemda sudah siap terkait dengan alat berat yang akan diterjunkan ke lokasi. Hanya terkait teknis, itu nanti dari BBWS yang lebih tahu secara detail. Saat ini sedang disusun dulu rincian kegiatan dan anggarannya,” ucap Didin.

Sebab, dari hasil survei diketahui rencananya penanganan akan dilakukan dengan tiga kegiatan berbeda. Antara lain pengupasan tanggul, penguatan tanggul dengan rucuk serta penimbunan dan penguatan dengan geobag.

“Jadi tiga kegiatan itu akan dilaksanakan untuk memperkuat longsoran tanggul di makam panjang tersebut,” tandasnya.(ygi/vry)

0 Komentar