oleh

Simak, Hubungan antara Migrain dan Perceraian

Health Migrain atau sakit kepala adalah hal yang biasa terjadi pada salah satu sisi kepala, yang belakangan ini menjadi hal yang cukup umum.

Bukan hanya mengganggu kualitas aktifitas yang mempengaruhi produktivitas, jika dibiarkan, migrain juga dapat mempengaruhi kualitas keintiman dengan pasangan.

Dalam sebuah studi, via WebMD, ditemukan bahwa seperempat pasien menyebutkan migrain, mempengaruhi frekuensi dan kualitas seseorang dalam keintimannya dengan pasangan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Mount Sinai West Hospital, sekitar lima persen partisipan mengungkapkan bahwa migrain, adalah salah satu penyebab di balik perceraian para penderitanya.

Bukan hanya rasa sakit di sebagian kepala, keadaan ini juga menunjukan ciri lain seperti mual dan sensitif terhadap bau, cahaya, suara hingga gerakan dan sentuhan. Migrain sendiri diprediksi lebih banyak dialami oleh wanita ketimbang pria.

Perubahan tingkat hormon sebelum datangnya masa haid sering kali menjadi pemicu migrain pada wanita. Maka dari itu penting bagi kamu untuk mengetahui kapan migrain itu sewaktu-waktu akan datang kembali.

Lalu bagaimana mengatasi migrain, khususnya untuk kaum wanita?

Bagi beberapa wanita, meminum pil KB dapat mengakibatkan migrain. Mengganti jenis pil KB dapat membantu.

Perubahan pada pola makan dan tidur yang teratur serta minum banyak air dan berolahraga setiap harinya sangat dianjurkan bagi mereka yang menghadapi masalah ini.

Penyebab Sakit Kepala saat Puasa Ramadan

Menurut sebuah studi sakit kepala saat Ramadan, salah satunya migraine, atau sakit kepala sebelah, banyak ditemukan terjadi pada mereka yang berpuasa.

Berdasarkan studi itu, via ScienceDirect, lebih banyak di alami olek kaum wanita, meski kaum pria juga mengalaminya. Penyebabnya menurut ahli, adalah perubahan pola makan dan pola tidur, yang terjadi di sepanjang bulan Ramadan ini.

Dehidrasi yang disebabkan oleh aktititas tahunan ini, juga menjadi salah satu alasan mengapa orang mengalami sakit kepala saat berpuasa Ramadan. Akibatnya, pada mereka yang mengalami sakit kepala, meski hanya sebagian kecil, tidak dapat melanjutkan ibadah puasa Ramadan pada kesempatan tertentu. (fin/yni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.