Sering Mendengar Bisikan Agar Pergi ke Petilasan, Kakek 62 Tahun yang Tersesat di Hutan Desa Cibeusi Akhirnya Ditemukan

Sering Mendengar Bisikan Agar Pergi ke Petilasan, Kakek 62 Tahun yang Tersesat di Hutan Desa Cibeusi Akhirnya Ditemukan
0 Komentar

SUBANG-Suhbir, tersesat di kawasan hutan Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, lelaki 62 tahun tersebut ditemukan selamat oleh warga pada Kamis (12/5) pagi.

Warga Kampung Peuntas RT 02 RW 01 Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater yang sehari-hari bekerja di kebun itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (9/5), karena hingga malam belum pulang ke rumahnya. Warga sempat melakukan pencarian tapi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Suhbir.

“Laporan orang hilang dari pemerintah desa Cibeusi diterima hari Selasa (10/5). Setelah menerima laporan dan surat permohonan bantuan, tim Destana langsung melakukan pendataan kronologi dan lokasi di mana survivor pada hari itu terlihat oleh warga,” ucap Anggota Destana Ciater, Teten Lesmana.

Baca Juga:Ridwan Kamil Tinjau SMK Berstatus BLUD, SMKN 2 Subang Peroleh Omset Rp2,5 Miliar dari Hasil UsahaRidwan Kamil Cek Pelaksanaan PTM di SMKN 2 Subang, Kadisdik Jabar Sebut Berjalan dengan Lancar

Setelah itu, tim Destana Ciater bersama warga melakukan penyisiran di jalur yang biasa dilewati survivor menuju kebun. Selain itu, tim juga melakukan pengecekan ke tempat atau situs yang dikeramatkan, mengingat dari informasi warga, survivor memang mengalami sedikit gangguan kejiwaan.

“Survivor sering mendengar bisikan-bisikan yang menyuruhnya pergi ke tempat-tempat petilasan leluhur di sekitar Desa Cibeusi. Tetapi hingga Selasa petang pencairan belum membuahkan hasil,” bebernya.

Selanjutnya, pencarian dilanjutkan keesokan harinya dan menemukan sedikit titik terang. Tim gabungan mendapati informasi temuan pakaian survivor dari warga yang sedang berburu di hutan Kiarapayung, Desa Nagrak, Kecamatan Ciater atau berjarak kurang lebih 3 km dari posko tim pencarian.

“Sore harinya kami bergerak untuk mencari barang bukti temuan warga tersebut dan menemukan pakaian milik terduga survivor yang di antaranya topi biru tua, kaos putih dan celana biru tua,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, di sekitar tumpukan baju dan celana tersebut, terdapat beberapa potongan kayu dari dahan pohon yang sengaja dikumpulkan. Setelah dipastikan bahwa barang-barang tersebut milik Suhbir, tim mencoba melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

Namun mengingat hari semakin gelap ditambah kabut mulai turun yang dikhawatirkan mengancam keselamatan tim, pencarian kembali dihentikan sekitar pukul 21.27 WIB dan dilanjutkan pada Kamis.

“Tadi pagi, tim beserta warga kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi, dan sekitar pukul 09.00 WIB, survivor atas nama Suhrib berhasil ditemukan selamat tapi kondisinya lemas dan tidak menggunakan pakaian,” katanya.

0 Komentar