YN Anggota DPRD Purwakarta Positif Gunakan Sabu, Tidak Dipenjara Hanya Direhabilitasi Rawat Jalan

PURWAKARTA-Oknum anggota DPRD Purwakarta berinisial YN (39) beserta kedua temannya LA dan WW dinyatakan positif menggunakan metamfetamin atau sabu. Hal itu berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang yang telah keluar pada Kamis (4/8).

Kepala BNNK Karawang R Dea Rhinofa mengatakan, hasil asesmen anggota DPRD Purwakarta dan kedua rekannya itu memang positif menggunakan metamfetamin atau sabu.

“Dari hasil asesmen yang dilakukan tim medis BNNK Karawang, mereka akan menjalani rehabilitasi medis tapi rawat jalan saja. Karena memang penggunaannya itu rekreasional, sehingga tingkat ketergantungan atau adiksinya masih jauh. Jadi untuk sementara dilakukan rehabilitasi rawat jalan,” kata Dea saat dihubungi melalui gawainya, Kamis (4/8).

Dalam rehabilitasi tersebut, lanjut Dea, Anggota DPRD Purwakarta dan kedua rekannya itu diwajibkan melakukan tiga kali pertemuan. Setiap pekan, mereka menjalani satu kali rawat jalan.

“Mereka akan dilakukan rehabilitasi medis rawat jalan paling tidak harus menjalani tiga kali pertemuan di BNNK Karawang,” ucapnya.

Setalah dilakukan rawat jalan, kata Dea, pihaknyaakan melakukan pengawasan dan pendamping terhadap ketiga orang tersebut.

“Setelah selesai rehabilitasi rawat jalan, pengawasan dari tim medis BNNK Karawang itu tetap bakal dilanjutkan. Mereka tidak dilepas begitu saja, melainkan kami tetap melakukan monitoring, pendampingan dan evaluasi. Sehingga, mereka tidak kembali lagi menggunakan sabu atau metamfetamin,” ujarnya.

Dirinya pun menambahkan, setiap selesai menjalani rehabilitasi medis, baik secara rawat jalan atau rawat inap, pihaknya selalu melakukan pendamping terhadap pada korban penyalahgunaan narkotika.

“Pendampingan ini berlaku bukan hanya untuk figur publik seperti anggota DPRD Purwakarta saja tapi seluruh pengguna atau penyalahguna narkoba. Termasuk bagi mereka yang hanya mencoba pakai, (untuk) rekreasional, maupun pecandu,” ucapnya.

Dea menyebut, tidak semua kasus penyalahgunaan narkotika dipidana. Dalam undang-undang narkotika sudah diatur, bahwa pengguna bisa mengajukan rehabilitasi dengan ketentuan dan syarat tertentu. Di antaranya, yang bersangkutan bukan residivis dan pengedar.

“Jadi berdasarkan hasil asesmen, untuk anggota DPRD Purwakarta dan kedua rekannya ini bakal menjalani rehabilitasi medis rawat jalan di BNNK Karawang. Untuk anggota DPRD Purwakarta ini rekreasional itu penggunaannya tidak terlalu berat,” katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Ahmad Sanusi mengaku prihatin atas kasus tersebut. Dirinya berharap kejadian itu menjadi yang pertama dan terakhir serta menjadi peringatan buat anggota dewan lainnya.

Disinggung ada tidaknya penggantian antar waktu (PAW) dikarena YN tersandung kasus narkoba, Haji Amor, panggilan akrabnya, mengatakan, hal itu dikembalikan kepada mekanisme partai yang bersangkutan.

“Masalah itu (PAW) kami kembalikan kepada keputusan partai yang bersangkutan. Insyaallah, Badan Kehormatan Dewan akan segera memanggil yang bersangkutan setelah ada surat pemberitahuan dari kepolisian,” ujarnya.

Haji Amor juga menambahkan, sebagai langkah pencegahan peredaran gelap narkoba di lingkungan DPRD Purwakarta, ke depan pihaknya berencana akan melaksanakan tes urine.

“Nanti (tes urine) kita akan koordinasi dengan pihak terkait,” ucapnya.

Diberitakan pula sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Purwakarta, Sutisna tidak menyangka salah satu kadernya yang menjabat sebagai Anggota DPRD Purwakarta terjerat kasus narkoba.

Sutisna menegaskan Sesuai arahan Pimpinan Umum, PDIP akan menindak tegas kadernya yang terbukti melanggar hukum.

“Saya sudah dapat laporan penangkapan yang bersangkutan. Saya sebagai ketua sangat menyesalkan kejadian itu. Jika memang dia terbukti positif memakai narkoba, kami akan pecat dia sebagaimana yang diperintahkan Ibu Megawati, jika ada kadernya yang terjerat narkoba,” katanya tegas, belum lama ini.

Tisna juga menegaskan, penangkapan YN bersama alat isap sabu di sebuah rumah di Purwakarta itu sangat mencoreng nama baik partai. Tisna pun mengaku telah melaporkan kejadian itu ke DPD dan DPP PDIP untuk ditindaklanjuti.

“Kami akan berikan sanksi dan tindakan tegas sesuai prosedur di PDIP jika memang benar terbukti bersalah dan kami akan memberhentikannya, karena di PDIP tanpa pandang bulu semua akan ditindak tegas jika terbukti melakukan tindakan Pidana,” ucap Tisna.

Tisan juga memperingatkan seluruh kader PDIP di Kabupaten Purwakarta agar tidak bersentuhan dengan narkoba.

“Ini akan menjadi peringatan bagi seluruh kader khusunya anggota DPRD Fraksi PDIP di Kabupaten Purwakarta,” katanya.(add/sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.