Kejari Subang Serahkan Penanganan Kasus Program Upland Manggis ke Polres

Editor:

SUBANG-Program Upland manggis terus menerus menjadi perhatian publik. Program yang dilaksanakan di 34 desa yang tersebar di 8 kecamatan dengan total luas lahan 1.065 hektar ini, bersumber dari dana APBN Kementerian Pertanian Dirjen Sarana Prasarana, yang merupakan hibah dari luar negeri. Dengan nilai total hibah sebesar 120 juta dolar untuk 14 kabupaten/kota di Indonesia.

Beberapa Ormas dan LSM di Subang beberapa kali menyampaikan perhatiannya pada program tersebut lantaran diduga rawan penyelewengan, hal tersebut juga menarik perhatian DPRD Subang.

Ketua Komisi 2 DPRD Subang, komisi yang salah satunya membidangi pertanian, Novaza Shinta Narwashtu menyampaikan, komisi 2 terus melakukan pengawasan untuk realisasi program tersebut, apalagi menurutnya banyak mengundang perhatian publik.

“Sejauh ini bagaimana realisasi program Upland manggis ini bersama catatannya bagaimana sebenarnya sudah ada di Irda, tapi saya tidak punya kewenangan untuk menyampaikan,” ungkapnya.

Soal banyak menyita perhatian publik, Novaza menegaskan, Komisi 2 siap memfasilitasi siapapun dan darimanapun untuk langsung melakukan dengar pendapat bersama dinas terkait, yakni Dinas Pertanian.

“Karena itu leading sektor kami di komisi 2 ya kami siap fasilitasi, biar masyarakat juga tau, dan transparan,” tambahnya.

Dia mengaku komisi 2  sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pertanian, dan sudah pernah beberapa kali melakukan dengar pendapat dengan lembaga masyarakat dan ormas yang memang konsen mengawasi program tersebut.

“Kami selalu terbuka dan mengkomunikasikan ke Dinas Pertanian bagaimana realisasi program tersebut, jika ada yang mau dengar pendapat dan sebagainya kami juga pasti fasilitasi,” tambahnya lagi.

Namun saat ditanyai bagaimana realisasi program upland ini dari pandangan atau pengawasan komisi 2, Novaza tidak memberikan informasi. Sesekali dia hanya meleparkan senyum, sambil menegaskan jika Jum’at ini akan ada pertemuan dengan dinas terkait.

“Emm, besok lah (Jumat, red) ketemu dengan dinasnya ya,” sambil tersenyum lebar.

Dia hanya menyampaikan harapan jika program ini (upland manggis) bisa berjalan dengan lancar, sebagaimana yang diharapkan dari dilangsungkannya program tersebut.

“Saya mau program ini memberikan banyak manfaat untuk warga Subang, buat kami tidak ada hal yang harus ditakuti kalau memang iin berjalan dengan baik, itu saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Subang mengungkap, program Upland Manggis Dinas Pertanian ternyata sudah lebih dahulu ditangani oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Subang.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Subang Aep Saefulloh mengaku, rogram Upland Manggis sempat dilaporkan ke kejaksaan.

Namun setelah pihaknya berdiskusi dengan penyidik kepolisian, program tersebut telah lebih dahulu ditangani kepolisian.

Sehingga, pihak kejari pun menyerahkan penanganan proyek Upland Manggis kepada Unit Tipikor Polres Subang.

“Upland Manggis ini sebelumnya ada laporan, setelah kami diskusi dengan penyidik Kepolisian, mereka sudah lebih duluan. Jadi kami mengalah, silahkan sama polisi (ditangani) karena sama-sama nanti juga ke kami,” ujar Aef kepada Awak Media saat konferensi press usai peringatan HBA ke-62 Tahun 2022 di Kantor Kejari Subang, Jum’at (22/7).

Aef menyebut, terkait perkara Upland Manggis ini, sudah ada satu tempat yang diperiksa.

“Sampai hari ini diskusi masih berjalan, baru satu tempat yang diperiksa. Itu yang baru saya tahu hasil diskusi dengan Kanit Tipikor,” imbuhnya.(idr/ygo/ysp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.