Cara Memuaskan Istri Lengkap Doa Tahan Lama Menurut Islam, Agar Rumah Tangga Harmonis!

Editor:

Cara Memuaskan Istri Lengkap Doa Tahan Lama Menurut Islam, Agar Rumah Tangga Harmonis!

Cara memuaskan istri tercinta dari awal hingga akhir adalah tugas suami, tetapi bisa juga menjadi tugas istri, yang mana tujuannya adalah untuk saling bersama-sama menjalin salah satu ibadah dalam rumah tangga.

Biasanya ada pria yang gengsi meminta atau memberi kode terlebih dahulu, dan ada juga perempuan yang gengsi atau jaim untuk meminta terlebih dahulu.

Cara memuaskan istri di ranjang sangat wajib difahami oleh para suami, karena tidak hanya suami yang membutuhkan penyaluran hasrat normal dan terpuaskan ketika sudah menikah.

KETAHUI, istri juga menginginkan suaminya mengetahui cara memuaskan istri di ranjang demi kepuasan dan keharmonisan dalam hubungannya dengan suami tercinta.

Cara yang Wajib diketahui para suami yang baru menikah, jika sudah mengetahui cara memuaskan istri, maka akan mengerti bahwa dalam hubungan suami istri tidak hanya suami yang harus terpuaskan pada saat bercinta,

TETAPI istri juga menginginkan hal itu Suami juga jangan gengsi dan harus bertanya, misal “apakah bunda sudah klimaks?”

Jangan sampai Suami sudah tahap klimaks tetapi istri masih dalam pemanasan, akan sangat disayangkan jika istri tercinta masih menunggu mome-moment klimaksnya yang tak kunjung muncul dikarenakan suami sudah mencapai titik klimaks lebih awal.

Hal itu juga dilarang dalam Agama Islam jika hanya suami yang puas namun istri belum.

Cara Memuaskan Istri Lengkap Doa Tahan Lama Menurut Islam, Agar Rumah Tangga Harmonis!

Ibnu Qudamah melalui kitabnya Al-Mughni menjelaskan,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا غَشِيَ الرَّجُلُ أَهْلَهَ فَلْيُصْدِقْهَا ، فَإِنْ قَضَى حَاجَتَهُ ، وَلَمْ تَقْضِ حَاجَتَهَا فَلَا يُعَجِّلْهَا

Dari Anas bin Malik RA menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Ketika seorang suami menggauli istrinya, maka hendaknya ia memberinya cinta dengan tulus (falyashduqha). Kemudian ketika suami telah menyelesaikan hajatnya, maka janganlah terburu-buru untuk mengakhiri sebelum istrinya menuntaskan hajatnya juga.” Demikian itu karena bisa menimbulkan bahaya bagi istri dan menghalanginya untuk menuntaskan syahwat.” ( Ibnu Quddamah, al-mughni, Bairut Dar al-fikr, 1405 H, juz VIII, halaman 138).

Sebaiknya perlu diperbaiki demi keharmonisan rumah tangga.

Perihal keharmonisan saat bercinta sangat penting ditanyakan dan dikomunikasikan, sebab salah satu faktor yang menjadikan suami istri romantis menjalani hidup adalah faktor kepuasan dalam hubungan suami istri ketika bercinta.  Hal ini sangat lumrah dan wajar adanya.

Pernahkah Anda bertanya seperti ini: “Sudah puaskah istri saya?”

Bagaimana cara agar istri minta lagi dan lagi? Coba sesekali para suami bertanya, ketika sudah selesai bercinta, apakah si istri terpuaskan dan sampai klimaks? Ataukah hanya “berpura-pura” puas untuk menghargai suami dan menyenangkan suami, “yang penting suami senang”

Biasanya dari beberapa survey kecil yang dilakukan, istri hanya memendam hal tersebut, kecewa mungkin ada, tapi rasa menyayangi dan menghargai suami lebih daripada itu, hingga istri juga “berkorban” rasa puas yang sia-sia.

Pernahkan Istri juga bertanya seperti ini: “Sudah puaskah suami saya?”

Jika dilihat dari histori dan berbagai cerita yang ada, suami selalu terpuaskan oleh istri, sebab hampir rata-rata informasi menyebutkan, bahwa suami selalu “klimaks” lebih awal dibanding istri, atau minimal “klimaks” berbarengan dengan istri. Dan jarang diketahui kalau klimaks para suami terjadi setelah istri mencapai klimaksnya.

Suami (Pria) Perlu Memahami Rahasia dan Cara Memuaskan Istri dari Awal hingga Akhir:

  1. Mulailah dari sexting (saling berkirim foto yang memancing sisi sensualitas, sebelum bertemu di waktu ingin bercinta dengan istri)
  2. Foreplay tidak hanya sekadar gerakan tubuh, melepaskan pakaian pasangan juga termasuk ke dalam aktivitas foreplay
  3. Menggunakan pakaian seksi untuk memancing gairah (bisa gunakan Lingerie)
  4. Biarkan istri yang “berkuasa” untuk mengatur ritme dan posisi yang dilakukan mengingat tidak hanya suami yang perlu dipuaskan, tapi istri juga perlu dipuaskan
  5. Berikan teknik pemijatan yang menggoda misal Memijat bagian kakinya dengan lembut
  6. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas, foreplay dengan lembut dan baik tidak terburu-buru, agar istri bisa merasa puas bahkan sebelum persenyewaan bercinta dilakukan
  7. Jangan hanya fokus pada klitoris, cobalah eksplor seluruh tubuh istri
  8. Pilihlah lokasi yang menghangatkan suasana dan jangan gengsi bertanya tentang hal yang membuat istri terangsang dan terpuaskan.
  9. Beri ciuman mesra di titik tertentu
  10. Gigitan lembut sedikit nakal di area tertentu seperti di puting payudara
  11. Sentuhan rahasia di bagian tertentu yang membuatnya menyerah

Area Rangsang Istri (wanita) yang Cukup Banyak untuk Dijelajahi:

  • Klitoris
  • G-Spot
  • Area Bibir
  • Area perut
  • Wilayah Punggung
  • Jari (Sela-sela jari)
  • Bagian Telinga belakang
  • Pergelangan tangan bagian dalam
  • Telapak tangan dan ujung jari
  • Bagian belakang lutut
  • Areola (bagian yang mengelilingi puting) dan puting payudara
  • Seputar Bibir
  • Area Tengkuk (Bagian belakang leher)
  • Bagian belakang/dalam paha
  • Bagian telapak kaki
  • Hampir seluruh tubuh istri (wanita) itu dipenuhi dengan sensualitas dan area sensitif yang selalu siap untuk menunggu ekplorasi si suami saat ingin bercinta.

BACA JUGA: Doa Agar Kuat dan Tahan Lama Sesuai Sunnah, Agar Rumah Tangga Harmonis

LIHAT JUGA: Cara Menjadi Istri Yang Sabar Baik Dan Sholehah

BACA JUGA: JADWAL BERHUBUNGAN AGAR CEPAT HAMIL, PENGANTIN BARU WAJIB COBA

Foreplay sangat diperlukan, sebab tanpa foreplay, biasanya Istri merasa kaget, jadi perlu sedikit pemanasan agar titik rangsang pada G-Spot perlahan terbuka dan tidak merasa sakit ketika sedang bercinta dengan suami. Dan dengan foreplay juga biasanya bisa menjadi cara membuat istri menjadi agresif, hingga suami dan istri pun menyukai petualangan bercinta dalam ibadah tersebut.

Sebaiknya para suami juga mengingat, agar jangan gengsi menanyakan tentang hal yang membuat istri terangsang dan terpuaskan.

Sebab, kadangkala ketidaktahuan atau rasa cuek suami dapat membuat istri merasa tidak terpuaskan selama bercinta, meski istri bisa menutupinya, bukankah Anda tidak ingin menjadi suami egois?.

Oleh sebab itu, fahamilah cara memuaskan istri agar ibadah halal tersebut menjadi lebih bermakna dan hubungan rumah tangga lebih harmonis.

Cara Memuaskan Istri Lengkap Doa Tahan Lama Menurut Islam, Agar Rumah Tangga Harmonis!

Doa agar tahan lama saat berhubungan intim suami istri ini adalah salah satu kelanjutan dari artikel Rahasia dan Cara Memuaskan Istri Tercinta dari Awal hingga Akhir agar Rumah Tangga Harmonis

Sebab do’a tahan lama adalah salah satu cara untuk memuaskan istri di ranjang yang sangat wajib difahami oleh para suami, agar saling mengerti, bahwa dalam hubungan suami istri tidak hanya suami yang harus terpuaskan pada saat bercinta, tetapi istri juga ingin dipuaskan, Suami jangan gengsi untuk bertanya, misal “apakah bunda sudah klimaks?”

Jangan sampai Suami sudah tahap klimaks tetapi istri masih dalam pemanasan, sangat disayangkan ketika istri masih menunggu moment-moment klimaks yang tak kunjung muncul disebabkan oleh suami sudah mencapai klimaks lebih cepat

Bagaimana cara agar istri minta lagi dan lagi? Coba sesekali para suami bertanya, ketika sudah selesai bercinta, apakah si istri terpuaskan dan sampai klimaks? Ataukah hanya “berpura-pura” puas untuk menghargai suami dan menyenangkan suami, “yang penting suami senang”, sebab beberapa survey mengatakan bahwa, istri hanya memendam hal tersebut dengan rasa kecew, tapi rasa menghargai suami lebih daripada itu, hingga istri pun “berkorban” dengan rasa puas yang terkesan sia-sia.

(Baca Juga: Rahasia dan Cara Memuaskan Istri Tercinta dari Awal hingga Akhir agar Rumah Tangga Harmonis)

Amalan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Memulai Jimak adalah Sebagai Berikut:

Do’a Agar Kuat dan Tahan Lama Sesuai Sunnah:

Membaca surat Al-IkhlashSunnah Membaca Bismillah

Membaca takbir & tahlil (Allahu akbar, Laailaha illallah)

Membaca doa :

Doa sebelum berhubungan:

Bismillahil-‘aliyy al-azhim. Allahumma ij`alhâ dzurriyatan thayyibah, in kunta qaddarta an tukhrija dzâlika min shulbi. Allahumma jannibni asy-syaithân wa jannib asy-syaithân mâ razaqtanâ.

Memakai penutup / selimut,

Hindari melakukan jimak secara telanjang bulat

Memulai Jimak dengan cumbu-rayu dan ciuman (foreplay)

Amalan/yang Sebaiknya Dilakukan dan Tidak Ketika Sedang Jimak:

Hindari mengarah ke kiblat

Usahakan Jangan terlalu banyak pembicaraan

Ketika istri menjelang orgasme, maka suami berucap di dalam hati:

Alhamdulillahil-ladzi khalaqa minal-mâ` basyara faja’alahu nasaban wa shahra wa kana rabbuka qodîra.

sebaiknya ‘keluar’ berbarengan,

Apabila ingin mengulangi hubungan suami istri yang kedua kali, alangkah baiknya terlebih dahulu membersihkan kemaluan

Dalam Kitab Ihya ‘Ulumiddin, Telah djelaskan oleh Imam al-Ghazali:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَبْدَأَ بِاسْمِ اللهِ تَعَالَى وَيَقْرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ أَوَّلاً وَيُكَبِّرَ وَيُهَلِّلَ وَيَقُولَ بِسْمِ اللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَةً طَيِّبَةً إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِي وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ وَإِذَا قَرُبَتْ مِنَ الإِنْزَالِ فَقُلْ فِي نَفْسِكَ وَلَا تُحَرِّكْ شَفَتَيْكَ: اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا، وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا، وَكَانَ بَعْضُ أَصْحَابِ الحَدِيثِ يُكَبِّرُ حَتَّى يَسْمَعَ أَهْلُ الدَّارِ صَوْتَهُ ثُمَّ يَنْحَرِفُ عَنِ القَبْلَةِ وَلَا يَسْتَقْبِلُ القِبْلَةَ بِالوَقَاعِ إِكْرَاماً لِلْقِبْلَةِ وَلْيُغَطِّ نَفْسَهُ وَأَهْلَهُ بِثَوْبٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُغَطِّي رَأْسَهُ وَيَغُضُّ صَوْتَهُ وَيَقُولُ لِلْمَرْأَةِ عَلَيِكِ بِالسَّكِينَةِ وَفِي الخَبَرِ إِذَا جَامَعَ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ فَلَا يَتَجَرَّدَانِ تَجَرُّدَ العَيْرَيْنِ أَيْ اَلْحِمَارَيْنِ وَلْيُقَدِّم التَّلَطُّفَ بِالكَلَامِ وَالتَّقْبِيلِ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَقَعَنَّ أَحَدُكُمْ عَلَى امْرَأَتِهِ كَمَا تَقَعُ البَهِيمَةُ وَلْيَكُنْ بَيْنَهُمَا رَسُولٌ قِيلَ وَمَا الرَّسُولُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ القُبْلَةُ وَالكَلَامُ…. ثُمَّ إِذَا قَضَى وَطَرَهُ فَلْيَتَمَهَّلْ عَلَى أَهْلِهِ حَتَّى تَقْضِيَ هِيَ أَيْضاً نَهْمَتَهَا (ابو حامد الغزالي، إحياء علوم الدين، مصر-مصطفى البابي الحلبي، 1385 هـ/1936، ج، 2، ص. 51، 52

“Dan disunnahkan memulai dengan membaca bismillah. Selanjutnya diawali dengan membaca Qul huwallahu ahad, membaca takbir, lalu membaca doa: Bismillah al-‘aliy al-‘azhîm allahumma ij’alha dzurriyatan thayyibah in kunta qaddarta an tukhrija dzalika min shulbi. Rasulullah saw bersabda, jika salah satu di antara kalian mendatangi isterimu maka berdoalah, allahumma jannibnisy-syaithân wa jannibisy-syaithân ma razaqtana, karena apabila (hubungan badan) di antara keduanya menghasilkan anak maka syaitan tidak akan menggangunya. Dan apabila si istri menjelang orgasme, maka bacalah dalam hatimu dan jangan gerakkan kedua bibirmu: Alhamdulillahil ladzi khalaqa minal-mâ`i basyaran fa ja’alahu nasaban wa shahran wa kâna rabbuka qadîran. Dan sebagian ashab al-hadîts bertakbir sampai seiisi rumah mendengarnya. Kemudian berpaling dari kiblat dan tidak menghadap kiblat ketika jimak karena untuk memuliakan kiblat. Dan hendaknya (suami) menutupi dirinya dan istrinya dengan kain (tsaub). Rasulullah saw menutupi kepalanya dan memelankan suaranya sembari berkata kepada istrinya, tenanglah. Bila salah satu dari kalian berhubungan badan dengan istrinya maka jangan keduanya bertelanjang bulat seperti halnya dua keledai. Dan (sebelum berhubungan badan) hendaknya didahului dengan cumbu-rayu dan ciuman. Rasulullah saw bersabda: Janganlah salah satu di antara kalian menyetubuhi isitrinya sebagaimana persetubuhan hewan, dan hendaknya di antara keduanya ada perantara. Lantas ditanyakan (kepada beliau), apa itu perantara wahai Rasulullah saw, beliau-pun menjawab, ciuman dan cumbu-rayu….kemudian ketika suami mengalami orgasme maka hantarkan sang istri secara perlahan-lahan sampai ia juga mengalami orgasme. (Abu Hamid al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Mesir-Mushthafa al-Babi al-Halabi, 1358 H/1939 M, juz, 2, h. 51, 52)       

Menurut Imam al-Ghazali, “Apabila suami istri ingin mengulangi jimak yang kedua kali, sebaiknya membersihkan / mencuci terlebih dahulu kemaluannya. Setelah berhubungan suami istri (berjimak) segera mandi junub, tetapi jika ingin langsung tidur atau ingin makan, maka berwudlu terlebih dahulu”. (Abu Hamid al-Ghazalim Ihya` ‘Ulumiddin, juz, 2, h. 52)

Waktu Yang Pas Untuk Berjimak Suami Istri

Menurut Imam al-Ghazali, sebaiknya waktu jimak dilakukan setiap 4 (empat) hari sekali, atau tergantung kebutuhan.

Sebagian ulama, ada yang mensunnahkan (jimak) pada hari Jum’at.

Dimakruhkan suami istri berjimak di awal bulan, tengah bulan, serta akhir bulan.

Dimakruhkan juga melakukan jimak pada awal malam.

Telah dikemukan oleh Imam al-Ghazali:

وَيَنْبَغِي أَنْ يَأْتِيَهَا فِي كُلِّ أَرْبَعِ لَيَالٍ مَرَّةً فَهُوَ أَعْدَلُ إِذْ عَدَدُ النِّسَاءِ أَرْبَعَةٌ فَجَازَ التَّأْخِيرُ إِلَى هَذَا الحَدِّ نَعَمْ يَنْبَغِي أَنْ يَزِيدَ أَوْ يَنْقُصَ بِحَسْبِ حَاجَتِهَا فِي التَّحْصِينِ…. وَيُكْرَهُ لَهُ الجِمَاعُ فِي ثَلَاثِ لَيَالٍ مِنَ الشَّهْرِ الأَوَّلِ وَالآخِرِ وَالنِّصْفِ يُقَالُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ الجِمَاعَ فِي هَذِهِ الْلَيَالِي… وَمِنَ العُلَمَاءِ مَنْ اسْتَحَبَّ الجِمَاعَ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَلَيْلَتَهُ تَحْقِيقاً لِأَحَدِ التَّأْوِيلَيْنِ مِنْ قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِمَ اللهُ مَنْ غَسَلَ وَاغْتَسَلَ….. وَإِنْ أَرَادَ أَنْ يُجَامِعَ ثَانِياً بَعْدَ أُخْرَى فَلْيَغْسِلْ فَرْجَهُ ….وَيُكْرَهُ الجِمَاعُ فِي أَوَّلِ اللَّيْلِ حَتَّى لَا يَنَامَ عَلَى غَيْرِ طَهَارَةٍ فَإِنَ أَرَادَ النَّوْمَ أَوْ الأَكْلَ فَلْيَتَوَضَّأ أَوَّلًا وُضُوءَ الصَّلَاةِ فَذَلِكَ سُنَّةٌ (ابو حامد الغزالي، إحياء علوم الدين، مصر-مصطفى البابي الحلبي، 1385 هـ/1936، ج، 2، ص. 52)

“Dan sebaiknya suami mendatangi istirinya empat hari sekali. Dan ini adalah yang paling ideal karena jumlah maksimal perempuan (yang boleh dinikahi) itu empat. Selanjutnya boleh juga mengakhirkan sampai batas ini, bisa sebaiknya menambah atau mengurangi sesuai dengan kebutuhan istri dalam tahshîn….dan dimakruhkan bagi suami untuk berjimak pada tiga malam dari satu bulan yaitu pada awal bulan, akhir, dan tengah bulan. Dikatakan: Sesungguhnya syaitan akan menghadiri jimak yang dilakukan pada malam-malam ini…Sebagian ulama ada yang mensunnahkan jimak pada hari dan malam jumat sebagai hasil tahqiq terhadap salah satu dari dua ta’wil dari sabda Rasulullah saw: Allah akan merahmati orang mencuci dan mandi (pada hari jumat)….Dan jika suami ingin berhubungan badan dengan istrinya untuk yang kedua kali maka hendaknya ia mencuci kemaluannya….dan dimakruhkan berjimak pada awal malam sampai ia tidak tidur kecuali dalam kondisi tidak suci, maka jika ingin tidur atau makan hendaknya ia melakukan wudlu sebagaimana wudlu untuk shalat. Demikian ini hukumnya sunnah. (Abu Hamid al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Mesir-Mushthafa al-Babi al-Halabi, 1358 H/1939 M, juz, 2, h. 51, 52)

Do’a dan Amalan Sebelum Jimak Suami Istri Agar Suami selalu Kuat – Doa Berhubungan agar Punya Anak

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani telah menerangkan dalam Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla fil Akhlaq wat Tashawwuf wal Adabil Islamiyah, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, tahun 1997 M/1417 H, juz I, halaman 103.

بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ

Bismillâhil ‘aliyyil ‘azhîm. Allâhummaj‘alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbî. Allâhumma jannibnis syaithâna wa jannibis syaithâna mâ razaqtanî.

Artinya, “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kauanugerahkan padaku.”

Amalan yang Bisa Dibaca Sebelum Jimak – Cara Kuat Ereksi Tahan Lama Cara Islam

Seperti diterangkan dalam kitab Faidlul Qadir karya Abdurra’uf al-Munawi, Ibnul Munkadir memanjatkan do’a supaya dikuatkan dzakarnya:

وَكَانَ ابْنُ الْمُنْكَدِرِ يَقُولُ : اَللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي فَإِنَّهُ مَنْفَعَةٌ لِأَهْلِي. وَإِنَّمَا سَأَلَ قُوَّتَهُ لِيَخْرُجَ مِنْ حَقِّ زَوْجَتِهِ لَا لِقَضَاءِ النَّهْمَةِ لِأَنَّ الْمَرْأَةَ نَهْمَتُهَا فِي الرِّجَالِ فَإِذَا عَطَلهَا خِيفَ عَلَيْهَا الزِّنَا.

Artinya, “Ibnul Munkadir berdo’a, ‘Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku’.

Doa itu dipanjatkan agar Allah menguatkan dzakar Ibnul Munkadir semata-mata untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami yang menjadi hak isterinya, bukan untuk mengumbar syahwatnya. Sebab, birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan,” (Lihat Aburra’uf al-Munawi, Faidlul Qadir, Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz, IV, h 145).

Oleh karena itu, sebagai suami dan istri, harus saling memahami bagaimana cara memuaskan satu sama lain dalam hal ibadah, serta juga keterbukaan itu penting dalam hubungan jimak, agar pasanga suami istri bisa terpuaskan dan rumah tangga pun tetap harmonis.(Jni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *