Satu Bulan Setelah Banjir Tanggul Cipunagara Masih Bolong, Ini Penjelasan Kepala Desa Bongas

Kepala Desa Bongas
YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES BUTUH PENANGANAN: Kondisi tanggul Cipunagara di Blok Pangalun Curug Tilu Desa Bongas masih menganga. Belum ada penanganan lebih lanjut terkait rehabilitasi tanggul tersebut.
0 Komentar

SUBANG-Satu bulan lebih pasca banjir, kondisi tanggul Cipunagara di Blok Pangalun Curug Tilu Desa Bongas masih menganga. Belum ada penanganan lebih lanjut terkait rehabilitasi tanggul tersebut.

Pjs Kepala Desa Bongas Cucu Permana membenarkan hal tersebut. Sebulan pasca banjir awal Februari 2021 tersebut, tanggul yang maasih parah di Desa Bongas masih belum tertutup dan tertangani.

“Betul, di Bongas situ ada dua yang parah, yang satu sudah tertutup, ini satu lagi belum. Masih bolong,” kata Cucu kemarin (15/3).

Baca Juga:Terbit Maklumat, Demokrat Kabupaten Bandung Barat Tegas Dipimpin AHYInilah Alasan Kepala Disdikbud Tatang Komara Layak jadi Sekda Subang, Pernah Dipercaya Bupati Jadi Camat Sagalaherang dan Cipeundeuy

Ia menjelaskan, tak jauh berbeda dengan kondisi tanggul sebelumnya. Di Blok Pangalun sendiri, kedalaman tanggul jebol tersebut sedalam 7 meter. Hingga saat ini masih terus dilakukan penyedotan air yang masih mengendap.

“Masih dalam sekarang. Air juga masih mengendap dan disedot. Sudah beberapa hari ini tapi belum juga habis. Padahal sudah pakai empat mesin sedot air,” imbu Kepala Desa Bongas.

Untuk itu, hingga saat ini, pihaknya berharap pada Pemerintah dan pihak terkait seperti BBWS untuk tanggap terkait dengan kondisi tanggul yang masih jebol tersebut.

“Sekarang sementara ada jembatan karena memang digunakan untuk kepentingan pertanian. Tapi lebih penting yakni soal penanganan darurat dan permanennya nanti, harus segera seharusnya,” ucapnya.(ygi/vry)

 

0 Komentar