Politik dan Milenial Kita

Politik dan Milenial Kita
0 Komentar

Rendahnya intensi terhadap isu-isu politik tidak lepas dari minat mereka terhadap pemberitaan seputar lifestyle, film, dan teknologi. Ini yang kemudian membuat milenial kita seringkali mengabaikan permasalahan politik.

Tapi jangan salah. Ketidaktertarikan milenial pada politik bukan berarti mereka tidak peduli pada masalah-masalah politik. Lebih dari sekadar politik praktis, milenial memiliki komitmen kuat pada aspek kebangsaan dan keberagaman. Bagi mereka, perbedaan adalah keindahan (diversity is beautiful). Milenial juga optimistis menatap masa depan bangsa.

Hasil survei menyebutkan, secara umum mereka menilai kehidupan di Indonesia telah berjalan dengan baik. Optimisme paling tinggi diberikan pada aspek kehidupan keberagaman di Indonesia (89,1 persen), keutuhan NKRI (86,7 persen), demokrasi (83,6 persen), hingga kondisi keamanan (83,4 persen).

Baca Juga:KENAPA HARUS NYONTEK?Mendisiplinkan Berlalu Lintas Butuh Edukasi

Sedangkan, beberapa aspek yang dianggap belum berjalan begitu baik ke depan adalah persoalan ekonomi di Indonesia (76,6 persen), kondisi politik (76,3 persen), dan penegakan hukum (75,4 persen). Penilaian tersebut tentu diberikan milennial dengan memperhatikan berbagai fenomena yang terjadi belakangan ini.

Bagaimana pandangan milenial terhadap partai politik? Survei membuktikan milenial mengetahui hampir semua partai politik peserta Pemilu 2019. Meskipun begitu, tingkat awareness berbeda terhadap masing-masing partai. Pada saat survei dilakukan, partai yang paling dikenal milenial merupakan partai-partai lama seperti Partai Golkar (93,9 persen), PDI Perjuangan (93,9 persen), dan Partai Gerindra (91,3 persen). Selebihnya di bawah 90 persen.

Tentu, tingkat awareness tidak berarti berbanding lurus dengan nilai keterpilihan (elektabilitas) partai politik. Namun, awareness merupakan parameter awal untuk melihat potensi raihan elektoral partai politik. Sebagai pemilik ceruk pemilih terbesar, penting bagi partai politik untuk membangun awareness kalangan milenial.

Temuan lainnya, milenial juga memiliki pertimbangan tersendiri untuk memilih partai politik. Faktor pertimbangan utama dalam memilih partai politik adalah partai politik yang dekat dengan rakyat, memiliki program bagus, mampu membawa perubahan, hingga partai yang bebas korupsi. Sedangkan, partai anak muda justru menjadi pertimbangan terakhir.

Berbeda dengan partai politik, milenial memiliki pertimbangan tersendiri untuk memilih kandidat politik. Siapa mereka? Dia adalah kandidat yang dianggap jujur, dekat dengan rakyat, bebas korupsi, dan mampu melakukan perubahan. Sedangkan, faktor tokoh muda tidak menjadi prioritas utama bagi milennial.

0 Komentar