oleh

Babak Baru Persidangan Heri Tantan Eep Dihadirkan Sebagai Saksi, Rp 1,5 M Disebut Hasil Penjualan Tanah

BANDUNG – Kasus K2 yang menyeret mantan Kabid Pengadaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Subang, Heri Tantan, ke pengadilan Tipikor, memasuki babak baru.

Mantan Bupati Subang, Eep Hidayat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Heri Tantan, pada persidangan di Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (14/4).

Dalam dakwaan jaksa KPK untuk Heri Tantan, disebutkan bahwa Heri menerima Rp 30 miliar lebih hasil pungutan kepada honorer kategori II yang hendak tes PNS.

Dari Rp 30 miliar yang terkumpul, Heri membagikannya ke sejumlah pejabat. Diantaranya Ojang Sohandi Rp 9 miliar, Nina Herlina selaku Kepala BKD Rp 1,13 miliar, Sekda Pemkab Subang Abdulrahman Rp 2,3 miliar dan Eep Hidayat mantan Bupati Subang Rp 1,5 miliar.

Pemberian uang untuk Eep diberikan saat Nina Herlina, Heri Tantan dan Sandi Sambas sebagai mantan ajudan Eep, menjenguk Eep di Lapas Sukamiskin. Eep pernah mendekam di Lapas Sukamiskin karena kasus korupsi upah pungut PBB.

Uang Rp 1,5 miliar tidak disimpan Eep di Lapas Sukamiskin melainkan meminta Sandi untuk membawanya di Heri Tantan.

“Itu uang hasil penjualan tanah di Subang,” ucap Eep. Hanya saja, saat jaksa menanyakan bukti-buktinya, Eep tidak bisa menunjukan.

“Semuanya ada di Sandi karena dia yang mengurusnya,” jelas Eep.

Pada sidang sebelumnya dijelaskan bahwa pemberian uang untuk Eep atas perintah Ojang, yang pernah jadi ajudan Eep, kemudian jadi Wakil Bupati Subang bersama Eep. Belakangan, saat Eep terjerat kasus korupsi, Ojang maju jadi Bupati Subang.

“Enggak mungkin Ojang memberi ke saya karena secara politik kami berlawanan,” ucap Eep.

Curhat Eep

Pada Pilkada Subang 2013, Ojang Sohandi maju bersama Imas Aryumningsih. Sedangkan istri Eep, juga mencalonkan diri sebagai bupati namun kalah.

Ojang dan Imas akhirnya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang 2013-2018. Di perjalanan Ojang tersandung kasus suap jaksa dan Imas juga tersandung kasus suap perizinan.

Ojang dan Imas saat ini masih menjalani pidana penjara. Ojang di Lapas Sukamiskin dan Imas di Lapas Perempuan Bandung.

Eep sempat curhat soal kerenggangannya dengan Ojang. Saat Eep terjerat kasus korupsi, dia diberhentikan resmi oleh Mendagri. Surat pemberhentiannya diterima oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan diserahkan ke Ojang Sohandi.

“Yang bikin saya kecewa, Ojang itu datang menemui Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengambil surat pemberhentian saya,” ucap Eep.

Keterangan Sandi

Sedangkan Sandi Sambas, bersaksi bahwa sepulang dari Lapas Sukamiskin, dia menemui Heri Tantan dan menerima bingkisan plastik berisi uang untuk Eep.

Awalnya, dia berdalih bahwa itu bukan uang melainkan pakan burung. Belakangan, dia mengakui bahwa itu berisi uang.

“Iya memang berisi uang, tapi disertai pakan burung,” ucap Sandi Sambas.

Saat dikonfirmasi pada Heri Tantan, dia mendapat perintah dari Ojang untuk menyerahkan uang Rp 1,5 miliar untuk Eep.

“(Keterangan saksi) semua bohong. Uang Rp 1,5 miliar itu berasal dari pungutan honorer. Saat itu saya ketemu pak Eep di Lapas Sukamiskin, saya tanya uangnya di kesiapakan, saat itu pak Eep bilang serahkan saja ke Sandi,” ucap Heri Tantan.

Heri Tantan dijerat Pasal 12 b huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana juncto Pasal 65 KUH Pidana. (bbs/idr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *