oleh

Amalan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan yang Bakal Bikin Hatimu Luluh

Amalan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan yang Bakal Bikin Hatimu Luluh dan Tak Mau Pergi dari Bulan Ramadhan

Amalan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Amalan 10 hari terakhir bulan ramadhan ini jika kita tahu keutamaannya maka mungkin saja hati kita akan lulus untuk terus khusyu melakukan ibadah. apalagi di akhir bulan ramadhan. Banyak keutamaan serta amalan 10 hari terakhir bulan ramadhan.

Amalan 10 hari terakhir bulan ramadhan ada beragam bentuknya, tentu saja dalam bentuk ibadah dan ketaatan Kepada ALLAH S.W.T.  Para ulama pun sangat menganjurkan melakukan ibadah dan amalan 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Puncak ibadah ramadhan tentu saja biasanya menjelang keistimewaan malam lailatur qadar yang juga diperkirakan muncul dimalam ganjil menjelang akhir puasa, untuk itu kita juga perlu meningkatkan amalan 10 hari terakhir bulan ramadhan, dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan Ridha dari Allah. S.W.T, Serta berharap di Ramadhan-ramadhan selanjutnya bisa bertemu lagi.

Amalan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan dan Keutamaannya:

Bulan puasa ramadhan tentu saja dibagi 3 fase,

Fase 1 hari 1 s/d 10 = Rahmad dan Kasih Sayang ALLAH

Fase 2 hari 11 s/d 20 = Maghfirah – Ampunan ALLAH

Fase 3 hari 21 s/d 30 = Itqun Minan Nar = Pembebasan dari Api Neraka

Dalam hadits riwayat ‘Aisyah dijelaskan, “Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, da membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah,” (HR Al-Bukhari).

Menurut Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in, Terdapat 3 (Tiga) Amalan Utama yang Harus dilakukan pada 10 akhir Ramadhan:

1). Memperbanyak ibadah – Sedekah

Sedekah,
Mencukupi kebutuhan Keluarga
Berbuat Kepada Karib, Kerabat dan Tetangga
Bila Mampu : Menyediakan Buka Puasa semampunya

2).  Memperbanyak Ibadah – Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-qu’ran disunnahkan dimana saja dan kapan saja asal tidak di dalam toilet dan tempat tidak baik lainnya.

Imam Nawawi Menerangkan:

Membaca Al-qur’an pada akhir malam lebih baik dibandingh pada awal malam, serta membaca Al-qur’an yang paling baik di siang hari ialah setelah shalat subuh.

Abu Bakar Syatha Menjelaskan:

Membaca Al-qur’an  pada malam hari itu lebih utama dibanding pada siang hari, karena bisa lebih fokus.

3). Memperbanyak Ibadah – I’Tikaf di Masjid

Memperbanyak I’tikaf di Masjid merupakan salah satu amalan 10 hari terakhir bulan ramadhan yang sangat dianjurkan.

Kebiasaan Nabi Muhammad S.A.W, yang meningkatkan durasi ibadah dengn ber-i’tikaf di masjid.

Do’a 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

وَيُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُوْلُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي (أَخْرَجَهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Artinya: “Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selagi ia tidak tergesa-gesa untuk dikabulkan dengan mengatakan: aku telah berdoa tapi belum juga dikabulkan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam Buku Amalan – Risalah Amaliyah oleh H. M. Qusyairi Hamzah, Berikut Amalan dari Hari KE 1 s/d 30 Bulan Ramadhan:

 Amalan yang Baik dibaca pada 10 hari pertama, mulai tanggal 1 s/d 10 Ramadhan :

اللَّهُمَّ ارحمني برحمتك يا أرحم الراحمين

Allahummar hamnii birahmatika yaa Arhamarrahimin 

Artinya: Ya Allah kasihilah hamba dengan rahmatmu Wahai Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Amalan yang Baik dibaca pada Pada pertengahan atau 10 hari kedua mulai tanggal 11 s/d 20 Ramadhan :

اللهم اغفرلي ذنوبي يارب العالمين

Allahummaghfirli djunubii Yaa Rabbal Alamiin

Artinya Ya Allah Ampunilah dosa Hamba Wahai Tuhan Semesta Alam.

Amalan yang Baik dibaca pada 10 hari terakhir mulai tanggal 21 s/d 30 Bulan Ramadhan :

اللهم اعتقني من النار وادخلني الجنة برحمتك ياارحم الراحمين.

Allahumma’tiqni minannari wa adkhilniljannata birahmatika Ya Arhamarrahimin 

Artinya Ya Allah jauhkanlah Hamba dari Neraka dan masukkanlah ke surga dengan rahmat-Mu Wahai Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Jadi, alangkah lebih baiknya saat menjelang akhir bulan Ramadhan, kita melakukan ibadah dan amalan, serta paling utama adalah ketiga aman yang telah disebutkan di atas, dan juga do’a hari ke 21 s/d ke 30.

Jika masih phobia ke luar atau ke mesjid sebab masih kondisi pandemi covid 19, maka ber-i’tikaf bisa di rumah,

Merujuk pada pandangan sebagian Ulama Syafi’ie:

“Diperbolehkan i’tikaf  di ruangan dalam rumah yang dikhususkan untuk shalat. Hal ini disepadankan dengan prinsip “jika shalat sunnah saja yang paling utama dilakukan di rumah, maka i’tikaf di rumah semestinya bisa dilakukan”.  – Wallahu a’lam. (Re/JUNI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *