oleh

Sesuai Kebijakan Mendikbud , SDIT Cendekia Siapkan Blendid Learning

PURWAKARTA-SDIT Cendekia memulai tahun ajaran baru dengan mengajak para siswa untuk mengenal lingkungan sekolahnya melalui kegiatan Pekan Taaruf, Senin (12/7).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan ke depan ini diikuti seluruh siswa SDIT Cendekia, terutama bagi anak kelas 1 yang merupakan siswa baru.

Kepala SDIT Cendekia Ade Syarifudin S.Pd menyebutkan, Pekan Taaruf hari pertama mengusung tema Taaruf dengan Keluarga Besar SDIT Cendekia.

“Kegiatannya berpusat di studio atau Ruang Multimedia SDIT Cendekia. Disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube SDIT Cendekia Purwakarta Official. Khusus siswa kelas 1 dan para guru juga memanfaatkan aplikasi zoom meeting,” kata Ade kepada Pasundan Ekspres di Kampus SDIT Cendekia.

Pada tahun ajaran baru kali ini pihaknya semakin siap dan telah memiliki formula tepat dalam menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam situasi pandemi Covid-19.

“Berbeda dengan tahun lalu, saat ini kami semakin siap dan cepat beradaptasi. Sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, sebenarnya kami sudah siap menggelar KBM blended learning,” ujarnya.

Yakni, kata Ade, dalam sepekan ada dua hari untuk pembelajaran tatap muka. Hal ini, lanjutnya, sudah disiapkan dengan matang. “Namun kami juga manut pada kebijakan pemerintah daerah, terlebih saat ini telah diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat,” ucap Ade.

Karena itu, pihaknya pun masih menunggu masa PPKM Darurat berakhir untuk menerapkan blended learning. “Yang pasti, ketika pemerintah mengizinkannya, kami sudah siap,” ujarnya.

Lebih lanjut Ade menyebutkan, Pekan Taaruf wajib diikuti seluruh siswa, di mana setiap harinya akan tersaji materi yang berbeda. “Kami juga telah membuat video profil SDIT Cendekia yang bisa dilihat di kanal YouTube. Di situ diperlihatkan berbagai fasilitas dan ruangan yang ada di SDIT Cendekia,” kata Ade.

Para guru pun, kata Ade, telah membuat vlog perkenalan diri. “Adapula prosesi penyematan siswa baru kepada perwakilan murid terpilih. Dan kami memastikan seluruh kegiatan di studio kami telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.

Ade yang baru menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun ajaran baru ini pun telah memiliki beberapa terobosan. Antara lain Podcast Juara yang akan mendatangkan pembicara dari dalam dan luar SDIT Cendekia.

“Termasuk pembinaan bacaan dan hapalan Alquran yang tak hanya diwajibkan untuk siswa, melainkan juga bagi guru. Minimal hapalannya adalah juz 30,” ujarnya.

Ade pun berpesan kepada para orang tua siswa bahwa dengan semua dinamika yang terjadi, peran orang tua sangat penting dalam pendidikan anaknya. “Sehingga bisa legawa saat harus menerima kondisi seperti ini. Termasuk juga secara intensif dapat menyertai dan membimbing anak belajar dari rumah,” kata Ade.

Senada disampaikan Ketua Yayasan Sumber Daya Insani (Yasri) Ihsan Rizali. Dirinya menyebutkan akan selalu mendukung kebijakan SDIT Cendekia. “Ini sudah menjadi komitmen kami demi tercapainya prestasi unggul siswa SDIT Cendekia yang beriman, berilmu dan beramal, serta berkarakter,” ucapnya.(add/ysp)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *