oleh

Viral di Medsos, Kapolsek Turun Tangan Damaikan Rumah Sakit Citra Sari Husada vs Kades

KARAWANG-Sempat viral Kades Duren yang marah-marah di salah satu rumah sakit swasta di Klari, akhirnya Polsek Klari Polres  menyelesaikan masalah kesalahpahaman antara pihak Rumah Sakit Citra Sari Husada dengan Kades Duren tersebut. Kedatangan Polsek Klari Kompol Hidayat bersama jajaran, untuk melaksanakan kegiatan sambang dengan menyelesaikan problem solving (Penyelesaian Masalah) secara mediasi untuk dua kubu yang bermasalah.

Kapolsek Klari Kompol Hidayat pimpin langsung personel dalam melaksanakan giat mediasi, sehubungan dengan viralnya video di medsos tiktok terkait kesalahpahaman yang terjadi antara RS Citra Sari Husada dengan Kades Duren Abdul Halim Sukaheri.

Pada kesempatan tersebut, masing-masing pihak memberikan klarifikasi serta penjelasan, sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara damai, bertempat di Aula meeting Rumah Sakit Citra Hari Husada di Jalan Raya Kosambi – Telagasari Desa Cibalongsari Kecamatan Klari Kabupaten Karawang.

Kapolsek Klari menjelaskan, kronologis peristiwa tersebut awalnya peristiwa terjadi pada hari Minggu tanggal 12 Juni 2022 sekitar pukul 01.00 Wib di RS Citra Sari Husada. Datang pasien korban kecelakaan lalu lintas yang diantar oleh mobil Satpol PP dan langsung dibawa ke ruangan IGD.

“Saat itu pasien dalam keadaan luka, namun bau alkohol serta tidak ada identitasnya. Kemudian oleh petugas IGD dilakukan tindakan medis dengan membersihkan luka korban. Dilakukan penjahitan sepanjang 2 cm dan dilakukan pemerbanan,” kata Kapolsek.

Masih kata Kapolsek, kemudian pada pukul 10.00 Wib pihak RS Citra Sari Husada menghubungi Bhabinkamtibmas Cibalongsari AIPTU Yanto, untuk meminta bantuan mencari keluarga Korban. Selanjutnya, pada pukul 18.30 WIB datang Kepala Desa Duren Abdul Halim bersama keluarga pasien ke ruang IGD, langsung menanyakan keadaan korban kepada petugas IGD.

“Sambil dengan nada tinggi dan marah dengan alasan korban tidak dilayani dengan baik (tidak dilakukan infus) oleh pihak Rumah sakit. Menurut pihak RS tidak dilakukan infus, karena permintaan keluarga terkait pertimbangan biaya. Kemudian kejadian itu  menjadi viral di medsos. Padahal, ini  kesalahpahaman,” terang Kapolsek.

Atas viralnya video tersebut, kemudian Kapolsek Klari melaksanakan kordinasi dan komunikasi dengan pihak Manejemen RS Citra Sari Husada, terkait awal mula kejadian kesalahpahaman, yang terjadi di ruang IGD Rumah sakit yang sampai dengan viralnya video tersebut ke media sosial Tiktok. Kemudian, bersama-sama dengan pihak manajemen, untuk mencari win win solution terhadap kejadian tersebut.

“Kami meminta kepada kepala Desa Duren, serta keluarga pasien untuk bisa meredam emosi dalam menyelesaikan kesalahpahaman tersebut. Kami melakukan mediasi antara pihak manajemen rumah sakit dengan perwakilan pihak keluarga pasien dan Kepala Desa Duren,” tutur Kapolsek.

Pada mediasi tersebut, Kapolsek menuturkan,  pihak manejemen RS Citra Sari Husada memohon maaf atas kejadian kesalahpahaman tersebut, serta pihak RS akan membantu biaya pengobatan terhadap pasien atas nama Firman Pratama selama di rawat di RS Citra Sari Husada secara gratis.

“Alhamdulillah mediasi berjalan dengan baik, pihak manajemen RS mengembalikan jaminan berupa BPKB Mobil kepada Kepala Desa Duren. Kemudian pihak manajemen RS akan memberikan teguran atau sanksi kepada petugas IGD yang bertugas, sewaktu kejadian kesalahpahaman tersebut,” tutur Kapolsek.(use/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.