Guru Harus Kreatif Merancang Pembelajaran

Oleh:

Suparto,SPd.MM ( Guru Geografi SMA Negeri 1 Way Lima, Lampung )
Drs.H.Priyono,MSi ( Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kolumnis Jabar Pasundan Ekspres)

Bulatkan Tekad kuatkan hati
Negeri ini memamnggilmu kawan
Belajar Bergerak  Berbagi untuk Negeri
Guru penggerak majukan pendidikan
Guru penggerak menghamba pada murid
Kreatif rancang pembelajaran
Hargai potensi tingkatkan prestasi
Lahirkan Profil Pelajar pancasila ( Cipt. Aris SP.)

Terinspirasi dari syair lagu Mars Guru Penggerak, memanglah guru seharusnya harus kreatif dalam merancang pembelajaran  agar siswanya lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Syair di atas juga mengisyaratkan guru harus menghargai potensi murid agar bisa dikembangkan untuk dapat mencapai prestasi dan Guru harus memajukan pendidikan. Apabila seorang guru tidak kreatif, maka belajar itu tidak akan bermakna, tidak ada lagi hal yang baru  dalam dalam pembelajran di kelas dan kehidupan seorang guru. Bayangkan jika kegiatan belajar tidak bervariasi  dan seorang guru hanya melakukan pembelajaran seperti biasa, masuk kelas, mengajar, keluar kelas,  maka murid  akan sangat bosan dan malas dalam kelas yang begitu monoton tidak bermakna dan kurang menarik. Bayangkan jika guru tidak mengetahui potensi yang dimiliki murid maka murid tidak bisa berkembang dan bayangkan jika guru tidak memajukan pendidikan maka materi yang diberikan akan selalu ketinggalan zaman atau off outdate

Murray Louis mengatakan “Kreativitas itu ada di dalam setiap diri, bukan berada di luar diri. Kreativitas adalah sebuah permasalahan pribadi”. Kreativitas merupakan salah satu modal penting bagi guru untuk mewarnai kelas dalam proses pembelajaran. Kreativitas juga dapat kita artikan sebagai proses pencarian ke dalam diri sendiri yang penuh tumpukan kenangan, pikiran, dan sensasi hingga ke sifat yang paling mendasar bagi kehidupan,  apabila proses kreativitas tidak dimulai dari sekarang ini , ada bahaya karena dapat menimbulkan terjadinya pengalaman sebatas permukaan yang akan menghasilkan suatu kajian yang dangkal dan tidak bermakna bagi muridnya.

Kemampuan untuk mencipta hal yang baru  akan membantu guru dalam menemukan cara mengajar yang baik, cara membuka kelas yang elegan, cara membuat dan melakukan asesmen yang praktis, cara memberikan tugas yang baik, namun tidak memberatkan cara memimpin diskusi di kelas dan mendorong anak-anak aktif menyampaikan ide-ide mereka, cara memberikan hukuman yang bijak dan masih banyak lagi lainnya. Teringat konsep managamen ISO 9000 untuk akreditasi dengan model TLT, ada tiga langkah strategis untuk bermimpi dan merealisasikan impian yaitu Tulis apa yang akan dilaksanakan kemudian Laksanakan apa yang sudah ditulis dan Tulis/Dokumentasikan apa yang sudah dilaksanakan.

Menyiapkan metode pengajaran kreatif memang bukan hal yang mudah tetapi guru dapat melakukan asalkan mau sedikit berfikir untuk merancang pembelajaran yang menarik murid , beberapa pendidik merasa bahwa beban kerjanya cukup berat dan memiliki sedikit waktu luang, sehingga untuk menyiapkan metode pengajaran kreatif membutuhkan cukup banyak energi dan waktu.  Merancang kegiatan belajar mengajar merupakan hal yang sangat penting sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Kegiatan belajar yang baik jika indikatornya membuat siswa aktif belajar. Berdasarkan pengamatan banyak siswa atau guru mengalami kesulitan bagaimana menyusun kegiatan belajar yang membuat siswa aktif belajar Metode pengajaran kreatif penting bagi pengembangan profesi guru. Merancang pembelajaran butuh sebuah kemampuan berimaginasi dan tentu dalam pikiran sudah kaya substansi materi yang terendapkan kemudian coba dipanggil kembali untuk menjadi sebuah materi yang terintegrasi dan terukur.

Pembelajaran kreatif juga merupakan sebuah kunci dari pembelajaran efektif, sehingga guru yang menetapkan metode ini kebanyakan adalah guru yang berprestasi. Ghufron & Rini (2014: 101) mengemukakan bahwa kemampuan berpikir kreatif memiliki perananan penting dalam kehidupan karena kreativitas merupakan sumber kekuatan sumber daya manusia yang handal untuk menggerakkan kemajuan manusia dalam hal penelusuran, pengembangan, dan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta dalam semua bidang usaha manusia. Kemampuan berpikir kreatif diperlukan untuk mengembangkan diri manusia dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa kemampuan berpikir kreatif, seseorang tidak akan menemukan jawaban untuk mengatasi permasalahannya sehingga dimungkinkan tidak akan pernah terjadi kemajuan dalam hidupnya. Kemampuan berpikir kreatif dapat meningkatkan pemahaman dan mempertajam bagian-bagian otak yang berhubungan dengan kognitif murni. Ketika kemampuan berpikir kreatif berkembang maka akan melahirkan gagasan (ide), menemukan hubungan yang saling berkaitan, membuat dan melakukan imajinasi, serta mempunyai banyak perspektif terhadap suatu hal. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi cenderung akan merasa tertantang dan tertarik untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam belajar.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengaktifkan belajar seperti : menggunakan media yang menarik, metode yang sesuai, sampai dengan belajar yang bervariasi. Setiap guru merancang pembelajaran dengan tujuan untuk dapat menyampaikan materi/tujuan pembelajaran dengan baik, guru berusaha menuangan idenya yang  strategi dan pendekatan pembelajaran guna menarik minat dan motivasi untuk mau belajar dikelas. Namun apakah stragi pembelajaran sudah cukup efektif untuk meyakinkan peserta didik belajar agar tidak cenderum monoton dan membosankan. Dalam merancang kegiatan pembelajaran ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan seperti berikut :

  • Merumuskan tujuan

Dapat juga disebut indikator hasil belajar, kompetensi yang akan dicapai atau istilah lain yang mempunyai makna yang sama. Tujuan haruslah: a).Jelas tidak menimbulkan tafsiran ganda b).Minimal mengandung komponen peserta didik dan perilaku yang merupakan hasil belajar. Perilaku ini dirumuskan dalam bentuk kata kerja operasional dan mengandung substansi materi. c).Sesuai dengan kompetensi dasar yang dijabarkan dari kompetensi dasar.

  • Pemilihan sumber belajar/media pembelajaran

Sumber belajar dapat berupa orang, perpustakaan, lingkungan, sedang media merupakan bagian sumber belajar khusus. Indikator sumber belajar yang baik: a).Sesuai dengan tujuan pembelajaran; b).Sesuai dengan materi: c.Sesuai dengan karakteristik siswa

  • Pemilihan dan Pengorganisasian Materi Ajar

Pemilihan dan pengorganisasian materi ajar harus a). Sesuai materi dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan di capai; b). Sesuai dengan karakteristik siswa, antara lain tingkat keluasan dan kedalaman materi disesuaikan dengan karakteristik siswa, yaitu peserta didik yang memiliki kemampuan berbeda diberikan layanan pelajaran yang berbeda; c).Keruntutan dan sistematika materi disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran.d.Kesesuaian materi dicapai dalam waktu yang disediakan

  • Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus

Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran. Tulis garis besar atau pokok-pokoknya, yang langsung berkaitan dengan indikator dan tujuan pembelajaran

  • Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan

Tulis cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya ceramah, Tanya jawab, karyawisata dll).

Pembelajaran inkuiri biasa disebut dengan model pembelajaran penemuan. Pembeljaran inkuiri membuat siswa mencari dan menyelidiki sesuatu masalah dengan cara yang sistematis, kritis, logis dan dianalisa dengan baik. Model ini sangat cocok untuk pembelajaran Matematika Guru hanya sebagai fasilitator Langkah Pembelajaran, yaitu: 1).Guru memberikan suatu permasalahan yang harus dipecahkan dan tujuan yang harus di capai; 2).Siswa merumuskan masalah; 3).Membuat hipotesa; 4). Mengumpulkan data; 5).Uji Hipotesa; 6). Menarik Kesimpulan. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir. Tulis kegiatan apa yang harus dilakukan dari awal sampai akhir, untuk mencapai tujuan dan membentuk kompetensi.

  • Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan

Tulis Sumber Belajar yang akan digunakan, termasuk alat peraga, media dan bahan pembelajaran/buku sumber

  • Skenario/kegiatan pembelajaran

Terlihat secara eksplisit langkah kagiatan yang terdiri dari tahap. Dalam langkah tercermin strategi dan metode termasuk waktu. Skenario harus: a). Sesuai strategi dan metode dengan tujuan; b).Sesuai strategi dan metode dengan materi; c). sesuai strategi dengan karakteristik; d. sesuai tahapan dengan waktu (pembukaan: 5- 10%; inti: 70-80%; penutup: 10-15%) H. Penilaian Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran, dan lain-lain. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: 1. Tes Tulis; 2. Kinerja (Performansi);3. Produk; 4. Penugasan/Proyek; 5. Portopolio. Tulis penilaian apa yang akan dilakukan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar, pilih jenis penilaian. (https://docplayer.info/78621453-Merancang-kegiatan-pembelajaran-drs-suprapto-manurung-m-s-pendidikan-matematika-universitas-hkbp-nommensen.html ).

Guru dalam merancang pembelajran harus benar-benar mengerti dengan apa yang akan dilakukan di dalam kelas sehingga ketika diterapkan dalam kelas maka siswa akan merasakan kenyamanan dan kebahagian dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan akan memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan. Guru harus  dapat menghasilkan karya baru ,sehingga menyebabkan munculnya beberapa pemahaman baru, ide, solusi praktis, atau produk yang bermakna bagi siswanya dan  guru harus selalu mencari ide–ide kreatif dan desain–desain pembelajaran yang dapat mengembangkan minat belajar serta dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa. Dalam rancangan pembelajaran guru harus  merancang media pembelajaran yang menarik, memperhatikan tujuan pembelajaran pada materi, berusaha menyederhanakan tujuan pembelajaran dan membuat tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa agar siswa tidak menjadi bosan dan siswa akan selalu aktif dan kreatif dalam mencari tahu atau mengamati berbagai fenomena yang ada di sekitar siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.