Sejarah dan Keunikan Arsitektur Masjid Agung Demak

masjid agung demak
Demak, Indonesia - January 16, 2018: Demak Great Mosque in central Java, Indonesia is a historical heritage of the spread of Islam on the island of Java on January 16, 2018
0 Komentar

RAGAM-Kerajaan Demak merupakan kerajaan bercorak Islam pertama yang berdiri di Tanah Jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Wali Songo, dengan Raden Patah sebagai raja pertamanya.

Kerajaan Demak juga menjadi pusat penyebaran ajaran agama Islam. Hal ini dapat dibuktikan dengan megahnya bangunan Masjid Agung Demak yang masih berdiri hingga saat ini.

Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini berlokasi di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Baca Juga:5 Manfaat Kolang Kaling Sajian Khas RamadhanCara Membuat Es Kopyor Segar, Pilihan Tepat Untuk Berbuka Puasa

Pembangunan masjid ini dilakukan pada abad ke 15 Masehi. Raden Patah saat ini memberi gambar bulus sebagai simbol pembangunannya.

Bulus menggambarkan candra sengakala mamet, yang bermakba sirna ilang kerthaning bumi. Secara filosofiams, gambar bulus ini menggambarkan tahun pembangunan Masjid Demak yaitu 1401 saka.

Keunikan Arsitektur Masjid Agung Demak

Arsitektur Masjid Agung Demak mengandung unsur akulturasi budaya lokal Jawa, Hindu, Budha, dan Islam dari Arab. Hal tersebut dipengaruhi dengan seiring keruntuhan Majapahit yang pernah menjadi kerajaan Hindu-Budha terbesar di Jawa, bahkan Nusantara.

Persamaan arsitektur Masjid Agung Demak dengan bangunan Majapahit bisa dilihat dari bentuk atapnya. Namun, kubah melengkung yang identik dengan ciri masjid sebagai bangunan Islam, malah tak nampak. Sebaliknya, yang terlihat justru adaptasi dari bangunan peribadatan agama Hindu.

Bentuk ini diyakini sebagai bentuk akulturasi dan toleransi masjid sebagai sarana penyebaran agama Islam di tengah masyarakat Hindu. Kecuali mustoko yang berhias asma Allah dan menara masjid yang sudah mengadopsi gaya menara masjid Melayu.

Didalan bangunan utama terdapat ruang utama, mihrab, dan serambi. Ruang utama yabg berfungsi sebagai tempat shalat jamaah, letaknya di bagian tengah bangunan. Sedangkan, mihrab atau bangunan pengimaman berada didepan ruang tamu, berbentuk sebuah ruang kecil dan mengarah ke arah kiblat.

Dibagian belakang ruang utama terdapat serambi berukuran 31 x 15 meter yang tiang-tiang penyangganya disebut Soko Majapahit yang berjumlah delapan buah itu dan diperkirakan berasal dari Kerjaan Majapahit.

Baca Juga:Resep Cumi Saus Padang Lezat dan Praktis Cocok Untuk Menu SahurInilah 4 Manfaat Buah Durian Untuk Kesehatan

Atap Masjid Agung Demak bertingkat tiga (atap tumpang tiga), menggunakan sirap atau atap yang terbuat dari kayu dan berpuncak mustaka. Dinding masjid terbuat dari batu dan kapur.

0 Komentar