The Lost Piece Memory

Cerpen
Ilustrasi cerpen. /Pixabay/susan-lu4esm
0 Komentar

“Eh kalian.. Gimana kalo hari Sabtu ini kita ke Dufan? Mau ya, ya, ya? Bin? Van? Udah lama kita ga jalan-jalan bareng lho.” Kata Bulan seraya menunjukkan sisi imutnya yang membuat saudarinya tidak tahan melihat tingkahnya.

“Emangnya kamu udah tanya mama, Lan? Apalagi Sabtu bukannya kita ke rumah eyang, ya? Mendadak banget lagian kamu bilangnya, ini tuh udah hari Kamis, Bulan.” Ketus Bintang.

“Yah… belum sih, Bin. Kan siapa tau ke rumah eyangnya bisa minggu depan aja kan….” Balas Bulan dengan murung sambil mengaduk-aduk sotonya.

Baca Juga:Sekda Jabar Lepas 2.034 Pemudik di Terminal CicaheumDorong Transformasi Digital, Sekda Herman: Digitalisasi Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat

“Udah, udah. Aku aja deh yang bakal jadi perwakilan nanyain ke tante. Kalo aku yang tanya pasti tante bakal setuju kok, aku kan udah CS banget sama tante. Jadi nanti saat pulang sekolah ke rumah kalian dulu ya.”

Celoteh Devan berusaha mencairkan suasana.Bulan dan Bintang mengangguk setuju dan bel sudah berbunyi lagi yang menandakan istirahat telah usai. Mereka bertiga berlomba lari ke kelas, sepakat bahwa yang terakhir sampai akan membelikan dua buah es boba untuk kedua pemenang yang sampai terlebih dahulu.Bruk!

Bulan tersandung oleh tali sepatunya sendiri dan akibatnya ia tertinggal oleh dua anak itu. Sambil meringis sedikit kesakitan, ia tetap melanjutkan larinya ke kelas. Walau pada akhirnya ia tahu ialah yang menjadi sang baik hati yang akan membelikan dua es boba untuk saudari dan temannya.

“Yesss si Bulan yang terakhir sampai hahaha.” Ledek Bintang dengan senyum kemenangannya setelah sampai kelas yang sudah didahului oleh Devan.

Klotak. Klotak.

Bulan yang masih tertatih menaiki 10 anak tangga lagi tiba-tiba mendengar suara langkah sepatu pantofel di dasar tangga. Segera ia lari karena ia tahu itu pastilah guru yang sudah terkenal galak di SD Pelita, dan ialah yang menggantikan mengajar kelasnya di jam ini karena wali kelasnya tidak masuk hari ini. Dengan terbirit-birit Bulan langsung duduk di tempatnya.

0 Komentar