The Lost Piece Memory

Cerpen
Ilustrasi cerpen. /Pixabay/susan-lu4esm
0 Komentar

“Um… Tante, aku dengar-dengar dari si kembar Tante sekeluarga hari Sabtu pengen ke rumah eyangnya mereka, ya?” Tanya Devan dengan muka seakan ia sangat penasaran.

“Iya, Dev. Kenapa? Oh.. Tante tebak. Kalian pasti ada rencana jalan-jalan bareng, ‘kan? Yah, boleh aja sih. Tante bakal telepon eyang kalau kesananya ditunda minggu depan kalo gitu.”

Jawab Mira bak cenayang yang seakan bisa menebak isi pikiran mereka dalam sekejap.Wajah ketiganya langsung cerah seketika dan berlompat-lompat dengan girang sambil memegang tangan satu sama lain. Lalu pergi ke tempat favorit mereka di rumah itu, Taman Peri. Konon katanya di rumah ini pernah ada Peri kecil yang pernah hinggap dan singgah di salah satu bunga di taman itu, yaitu di Bunga Anyelir.

Baca Juga:Sekda Jabar Lepas 2.034 Pemudik di Terminal CicaheumDorong Transformasi Digital, Sekda Herman: Digitalisasi Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat

Mereka bermain-main di taman nan hijau yang juga diisi dengan semerbak wangi dari berbagai bunga macam warna di sana lalu membicarakan wahana apa yang akan mereka naiki nanti di Dufan dan membayangkan betapa asyiknya itu. Hingga hiruk pikuk berubah menjadi desahan kecewa karena rintik-rintik hujan sudah mulai menetes.

“Edgaaar… bangun dong. Udah pada mau bubar, nih. Ini juga lagi mendung banget, bentar lagi pasti mau hujan lho.” Seru salah satu temannya yang berusaha membangunkannya dari tidur lelapnya itu.

Lelaki itu dengan sigap langsung bangun walau sedikit sakit kepalanya, lalu dengan langkah gontainya ia ikut dengan rombongan temannya untuk berencana berteduh dahulu ke kampusnya dengan konvoi bermotoran sebelum mereka balik ke rumah masing-masing.

“Gar, serius deh, lo mimpi apa sih kok bisa ketiduran 3 jam gitu?” Tanya seorang perempuan berambut panjang dengan berpakaian modis bak model yang memang duduk di sampingnya saat Edgar tertidur.“Yah… mimpi masa kecil gitu deh. Ga tau juga itu masa kecilnya siapa yang gue mimpiin, tapi deja vu sih, entah lah gue ga mau pikirin itu sekarang.” Balas lelaki bertubuh jangkung itu dengan cuek.

0 Komentar